Jumat, 13 Februari 2009

Panduan Dasar Day Trading

“Trading” mungkin memiliki usia setara dengan keberadaan manusia di muka bumi. Di mulai dari manusia prasejarah yang mengumpulkan barang-barang kecil namun memiliki kegunaan dan mulai bertukar satu sama lain dengan tujuan bertahan hidup. Seiring perjalanan waktu, konsep “trading” semakin maju dan berkembang. Trading pun bukan lagi konsep bisnis riil namun telah merambah dunia keuangan. Bahkan di financial world inilah “trading” memiliki definisi dan konsep tersendiri dibandingkan dengan konsep trading pada umumnya.

Artikel ini akan sedikit menjelaskan jenis dan tujuan dari day trading, istilah kunci dan hal-hal lain yang berhubungan .

Jenis day trading – tergantung dari periode waktu posisi yang diambil:

  • Basic Day Trading – Day trader mengambil posisi tertentu dan akan melikuidasi seluruh posisinya diakhir sesi perdagangan di hari yang sama. Transaksi ini bertujuan untuk mendapatkan keuntungan jangka pendek dan meminimalkan resiko dari fluktuasi harga yang akan muncul di sesi perdagangan berikutnya.
  • Swing Day Trading – Day trader membuat posisi untuk periode yang lebih lama seperti beberapa jam atau hari untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Namun swing trading akan terkena resiko yang besar dari ketidakstabilan hariga yang terjadi di pasar.
  • Position Trading – seperti namanya, trader membuat posisi dan merencakan posisi likuidasi berdasarkan perhitungan atau nilai pasar. Hal ini dapat mengakibatkan menyimpan/membiarkan posisi untuk beberapa minggu bahkan bulan, namun tingkat keuntungan yang sangat baik adalah syarat yang harus dipenuhi.
  • Online Trading – tipe ini juga dapat masuk ke dalam 3 tipe lainnya yang telah disebutkan diatas, namu pengambilan posisi dilakukan melalui internet. Karena jenis trading ini dilakukan dengan komputer, sebuah komputer dengan klsifikasi yang baik dan koneksi internet 24 adalah sesuatau yang harus dipenuhi.

Alasan utama kenapa day trading menjadi sangat menarik:

Likuiditas – likuiditas berhubungan dengan jumlah pembeli dan penjual. Semakin besar tingkat likuiditas, akan semakin tinggi level kenyaman dalam day trading. Tetapi nilai likuiditas tidak pernah stagnan. Hal ini tergantung dari banyak hal termasuk volume transaksi, jumlah saham beredar, dan kapitalisasi pasar.

  • Volume – memliki kontribusi terhadap faktor likuiditas. Semakin besar volume yang terjadi, berarti semakin cepat fluktuasi harga akan terjadi. Volume transaksi dapat di evaluasi untuk kepentingan day trading.
  • Volatilitas – berarti pergerakan naik dan turun dari sebuah pasar setiap hari. Jika volatilitas berkurang atau menyusut, hal ini akan berdampak tidak baik bagi day trading. Jumlah volatilitas tertentu dibutuhkan untuk membuat day trading menjadi menarik.
  • Transparansi Harga - akan menjadi tolok ukur kestabilan dan integritas dari sebuah pasar. Semakin besar kapitalisasi pasar dan semakin banyak pelaku pasar yang berkecimpung disebuah pasar, berarti semakin besar level transparansi harga.
  • Tips umum untuk sukses melakukan day trading:

    • Pelajari pasar secara seksama sebelum mebuat posisi. Indikator pasar yang bisa didapatkan dari media massa seperti televisi, koran, radio, dan lain-lain dapat membantu dalam pembuatan analisa.
    • Jangan hanya termotivasi dengan keuntungan yang akan didapat. Setiap transaksi mungkin tidak akan mendapatkan keuntungan. Terapkan sebuah strategi dan disiplin dalam menggunakannya.
    • Bersabarlah dan jangan cepat panik. Jika anda tidak dapat mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat, anda mungkin butuh bersabar dan melakukan riset pasar lanjutan kembali. Jangan cepat panik ketika posisi anda berlawanan arah dengan pergerakan pasar, ikuti strategi trading.
    • Jangan pernah lupa bahwa day trading memiliki resiko dan dimana ada keuntungan terdapat pula potensi kerugian. Oleh:mahadanalearning

    Pengenalan Analisa Teknikal (3)

    Indikator teknikal:
    Dibawah ini adalah beberapa tipe indikator yang digunakan dalam analisa teknikal.

    • Indikator Tren
      Tren adalah sebuah kata yang menggambarkan adanya pergerakan satu arah yang kuat di untuk beberapa waktu ke depan. Tren bergerak dalam 3 arah: naik, turun, dan menyamping. Indikator tren menghaluskan data harga yang bervariasi untuk menciptakan komposisi arah pasar. (contoh: Moving Average).
    • Indikator Kekuatan
      Kekuatan pasar menggambarkan intensitas dari opini pasar yang berhubungan dengan sebuah harga dengan melihat posisi pasar yang diambil oleh beragam pelaku pasar. Volume atau open interest adalah bahan dasar untuk indikator ini. Sinyal yang diberikan sifatnya coincident atau leading. (contoh: Volume)
    • Indikator Volatilitas
      Indikator volatilitas adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan kekuatan pergerakan, atau ukuran, dari fluktuasi harga harian terpisah dari arahnya. Umumnya, perubahan pada volatilitas cenderung mempengaruhi perubahan harga. (contoh: Bollinger Band)
    • Indikator Siklus
      Siklus digunakan untuk mengindikasikan adanya pola berulang dari pergerakan pasar, khusus untuk peristiwa berulang seperti musim, pemilihan umum, dan lainnya. Banyak pasar memiliki kecenderungan bergerak dalam pola siklus. Indikator siklus berguna untuk menentukan timing pola pasar tertentu. (contoh: Elliot Wave)
    • Indikator Support/Resistance
      Support resistance menggambarkan level harga dari kenaikan dan penurunan berulang dan kemudian berbalik arah. (contoh: Trend Lines)
    • Indikator Momentum
      Momentum adalah istilah umum untuk menggambarkan kecepatan pergerakan harga di periode tertentu. Indikator momentum menentukan kekuatan atau kelemahan dari sebuah tren. Momentum berada tertinggi ketika mulainya sebuah trend dan terendah pada saat perubahan arah. Divergence arah apapun dari harga dan momentum mengindikasikan pergerakan telah melemah. Jika terjadi pergerakan harga ekstrim dengan momentum yang lemah, hal itu merupakan sinyal dari akhir pergerakan di arah tersebut. Jika momentum bergerak tren dengan kuat dan harga bergerak datar, hal itu memberikan sinyal adanya potensi perubahan arah harga. (contoh: RSI, Stochastic, MACD) Oleh:mahadanalearning

    Pengenalan Analisa Teknikal (2)

    Sistem dari analisa teknikal biasanya termasuk grafik harga, grafik volume, dan beberapa metode matematik lainnya dari pola dan perilaku pasar. Metode manipulasi matematik dari bermacam-macam jenis data pasar ini digunakan untuk menentukan kekuatan dan ketahanan dari tren tertentu. Jadi analis teknikal cenderung untuk menggunakan berbagai bentuk analisis teknikal sebelum melakukan transaksi daripada hanya mengandalkan grafik harga untuk mengestimasi nilai pasar di masa datang.

    Sama halnya dengan aspek lain dari trading, dalam penggunaan analisa teknikal harus disiplin. Seringkali seorang trader gagal melakukan transaksi, membeli atau menjual, ketika harga telah mencapai pola teknikal yang diidentifikasi sebagai sinyal masuk atau keluar pasar. Ada banyak faktor lainnya yang berpengaruh terhadap hal ini seperti teknologi, fundamental dan lain sebagainya.

    Kesalahan umum yang sering dibuat oleh para trader adalah mengharapkan harga akan berbalik arah terhadap posisi yang merugi dan terlalu cepat melikuidasi posisi yang sedang mengalami keuntungan. Dibutuhkan kedisiplinan tinggi dalam penggunaan analisa teknikal.

    Grafik harga:

    • Bentuk Grafik Batang
      Terdapat banyak jenis grafik yang menunjukkan pergerakan harga, yang paling umum digunakan adalah grafik batang (bar chart). Tiap batang (bar) menandakan pergerakan harga di satu periode tertentu, satu menit, satu hari, atau satu bulan. Pergerakan harga dalam bentuk batang-batang ini akan membuat pola-pola tertentu pada suatu periode.
    • Bentuk Candlestick
      Seperti grafik batang, pola candlestick dapat digunakan untuk memprediksi pasar. Karena bentuknya memiliki warna, candlestick lebih memiliki efek visual dalam polanya daripada grafik batang.
    • Bentuk poin & figur
      Pola dalam bentuk ini sebenarnya sama dengan pola yang dihasilkan oleh grafik batang namun poin & figur tidak menggunakan skala waktu untuk mengindikasikan hari tertentu yang berhubungan dengan pergerakan harga tertentu. Oleh:mahadanalearning

    Pengenalan Analisa Teknikal (1)

    ImageAnalisa Teknikal adalah sebuah metode peramalan/estimasi pergerakan harga dengan melihat data historis harga yang terjadi di pasar. Data harga adalah jenis data yang paling banyak digunakan dalam proses analisa, walaupun ada beberapa jenis data lain yang juga digunakan dalam proses analisa seperti volume dan open interest dalam kontrak futures.

    Analisa Teknikal adalah sebuah metode peramalan/estimasi pergerakan harga dengan melihat data historis harga yang terjadi di pasar. Data harga adalah jenis data yang paling banyak digunakan dalam proses analisa, walaupun ada beberapa jenis data lain yang juga digunakan dalam proses analisa seperti volume dan open interest dalam kontrak futures. Pada intinya ketika menggunakan metode analisa teknikal apapun adalah kembali ke dasar teorinya, yang secara metodelogi telah terbukti kinerja untuk periode waktu yang signifikan. Setelah menemukan sebuah sistem trading yang sesuai, barulah bisa dicari teknik-teknik lain yang dapat digabungkan dengan metode trading yang sudah ada.

    Hampir semua trader menggunakan analisa teknikal walaupun jumlahnya minimum. Bahkan pihak-pihak yang sangat mengacu pada analisa fundamental akan menggunakan atau melihat terlebih dahulu grafik harga sebelum melakukan transaksi.

    Pada level teori yang sangat dasar, grafik membantu trader untuk menentukan level yang ideal untuk masuk pasar sebelum melakukan transaksi. Grafik menyediakan efek visual dari data historis pergerakan harga. Karenanya, trader dapat melihat grafik dan mengetahui apakah mereka membeli di harga yang wajar (berdasarkan data historis harga disebuah pasar tertentu), menjual di harga tertinggi periodik atau mungkin melakukan transaksi ketika pasar bergerak menyamping (sideways). Ini hanya beberapa kondisi pasar yang dapat di identifikasi oleh grafik. Grafik juga memungkinkan adanya analisa yang lebih canggih dan maju dari pergerakan harga.

    Dalam prakteknya, mungkin seorang analis teknikal mengesampingkan fundamental pasar dengan kesibukan dalam melihat grafik dan tabel data. Bagaimanapun, ini tergantung dari tipikal dari analis tersebut.

    Asumsi analisa teknikal:

    • Fundamental pasar telah berpengaruh terhadap harga pasar saat ini. Jadi fundamental pasar dan faktor lainnya, seperti perbedaan pendapat, harapan, rasa takut, dan sentimen pelaku pasar, tidak perlu dipelajari lebih lanjut.
    • Sejarah berulang dengan sendirinya dan karena itu pasar bergerak di kisaran yang dapat diprediksi, atau setidaknya memiliki pola tertentu. Pola-pola ini dihasilkan dari pergerakan harga, dinamakan sinyal. Tujuan analisa teknikal adalah untuk mendapatkan sinyal yang diberikan oleh kondisi pasar saat ini dengan mempelajari sinyal masa lalu.
    • Harga bergerak dalam bentuk tren. Analis teknikal biasanya tidak percaya bahwa fluktuasi harga bergerak dalam kondisi tidak terprediksi dan acak. Harga dapat bergerak dalam salah satu dari tiga bentuk arah, naik, turun, atau menyamping (sideways). Ketika sebuah tren terbentuk dari arah-arah pasar yang ada, biasanya akan berlanjut sampai beberapa periode.

    Panduan Kuotasi Forex

    Belajar membaca kuotasi forex (forex quotes) adalah tantangan tersendiri. Mereka mencerminkan informasi yang berbeda jika dibandingkan dengan kuotasi harga saham yang mayoritas dipahami. Ketika anda ingin memasuki dunia perdagangan forex (forex trading) dan telah siap dengan strategi tradingnya, anda perlu memastikan apakah anda telah memahami bagaimana cara membaca kuotasi forex.

    Bagian pertama dari kuotasi memberitahu investor atau trader mata uang yang tercantum. Negara yang disebutkan pertama kali adalah mata uang dasar (base currency). Hal ini berarti trader memegang mata uang tersebut dan ia menggunakannya untuk membeli mata uang yang menjadi pasangannya. Contoh, kuotasi dari USD/JPY berarti trader forex saat ini memiliki United States Dollar dan ingin menukarkannya dengan Japanese Yen. Kuotasi forex selalu di mulai seperti ini, dengan dua mata uang yang membentuk pasangan (cross).

    Pasar forex adalah pasar keuangan terbesar di dunia, dan melibatkan banyak pelaku pasar antara bank, bank sentral, spekulator mata uang, perusahaan multinasional, pemerintah, dan lembaga keuangan lainnya.

    Bagian kedua dari kuotasi forex adalah perlunya perhatian pada nilai dari kuotasi. Kita lanjutkan dengan contoh diatas, jika kuotasi dari USD/JPY=113.50, hal ini berarti untuk setiap US$1 yang diperdagangkan bernilai 113.50 Japanese Yen.

    Apakah anda tahu bahwa rata-rata volume transaksi pasar forex global saat ini mencapai US$2 sampai US$2.5 triliun.

    Mari kita lanjutkan, jangan lupa dengan komponen bid (jual) dan ask (beli). Kuotasi ini juga dikenal di dunia saham. Harga bid dan ask merupakan bagian tak terpisahkan dari kuotasi forex memiliki fungsi yang sama dengan kuotasi yang ada di saham. Harga bid (jual) adalah harga dimana seseorang dapat menjual mata uang, dengan kata lain adalah harga dimana pihak lain bersedia membayarnya. Harga ask (beli) adalah harga dimana seseorang harus membayar jika dia ingin membeli mata uang. Biasanya terdapat perbedaan antara harga bid dan ask, tetapi ini adalah hal yang normal.

    Saat ini terdapat lebih dari 60 jenis mata uang yang terdaftar pada pasar forex global. Jika anda perhatikan lebih teliti, 85% transaksi perdagangan mata uang dunia mengikutsertakan kombinasi dari US Dollar, Japanese Yen, Euro, Canadian Dollar, Swiss Franc, serta Australian Dollar. Keenam mata uang tersebut biasa disebut dengan The Majors. Enam mata uang ini dianggap sebagai tulang punggung perdagangan mata uang dunia. Hal itu disebabkan oleh peraturan ketat yang menempel pada keenam mata uang tersebut sehingga menghasilkan mata uang dengan tingkat kestabilan sangat tinggi di dunia. Kestabilan tersebut membuat mereka merupakan investasi yang lebih aman dibandingkan dengan mata uang lainnya. Tingkat keamanan ini juga diperlihatkan melalui volume perdagangan yang besar. Oleh:mahadanalearning

    How to Trade Forex?

    Trading foreign exchange is exciting and potentially very profitable, but there are also significant risk factors. It is crucially important that you fully understand the implications of margin trading and the particular pitfalls and opportunities that foreign exchange trading offers. On these pages, we offer you a brief introduction to the Forex markets as well as their participants and some strategies that you can apply. However, if you are ever in doubt about any aspect of a trade, you can always discuss the matter in-depth with one of our dealers. They are available 24 hours a day on the Saxo Bank online trading system, SaxoTrader.

    The benchmark of its service is efficient execution, concise analysis and expertise – all achieved whilst maintaining an attractive and competitive cost structure. Today, Saxo Bank offers one of Europe's premier all-round services for trading in derivative products and foreign exchange. We count amongst our employees numerous dealers and analysts, each of whom has many years experience and a wide and varied knowledge of the markets – gained both in our home countries and in international financial centres. When trading foreign exchange, futures and other derivative products, we offer 24-hour service, extensive daily analysis, individual access to our Research & Analysis department for specific queries, and immediate execution of trades through our international network of banks and brokers. All at a price considerably lower than that which most companies and private investors normally have access to.

    The combination of our strong emphasis on customer service, our strategy and trading recommendations, our strategic and individual hedging programmes, along with the availability to our clients of the latest news and information builds a strong case for trading an individual account through Saxo Bank.

    Terms of trading are agreed individually depending on the volume of your transactions, but are generally much lower in cost when compared to banks and brokers. Your margin deposit can be cash or government securities, bank guarantees etc. Large corporate or institutional clients may be offered trading facilities on the strength of their balance sheet. The minimum deposit accepted for an individual trading account depends on the account type. Trade confirmations and real-time account overview are built into SaxoTrader, while further account information can be produced in accordance with your specific requirements. Oleh:forextrading

    Working with statistics

    Trade Balance

    The trade balance is a measure of the difference between imports and exports of tangible goods and services. The level of the trade balance and changes in exports and imports are widely followed by foreign exchange markets.

    The trade balance is a major indicator of foreign exchange trends. Seen in isolation, measures of imports and exports are important indicators of overall economic activity in the economy.

    It is often of interest to examine the trend growth rates for exports and imports separately. Trends in export activities reflect the competitive position of the country in question, but also the strength of economic activity abroad. Trends in import activity reflect the strength of domestic economic activity.

    Typically, a nation that runs a substantial trade balance deficit has a weak currency due to the continued commercial selling of the currency. This can, however, be offset by financial investment flows for extended periods of time.

    Gross Domestic Product

    The Gross Domestic Product (GDP) is the broadest measure of aggregate economic activity available. Reported quarterly, GDP growth is widely followed as the primary indicator of the strength of economic activity.

    GDP represents the total value of a country's production during the period and consists of the purchases of domestically produced goods and services by individuals, businesses, foreigners and the government.

    As GDP reports are often subject to substantial quarter-to-quarter volatility and revisions, it is preferable to follow the indicator on a year-to-year basis. It can be valuable to follow the trend rate of growth in each of the major categories of GDP to determine the strengths and weaknesses in the economy.

    A high GDP figure is often associated with the expectations of higher interest rates, which is frequently positive, at least in the short term, for the currency involved, unless expectations of increased inflation pressure is concurrently undermining confidence in the currency.

    Consumer Price Index

    The Consumer Price Index (CPI) is a measure of the average level of prices of a fixed basket of goods and services purchased by consumers. The monthly reported changes in CPI are widely followed as an inflation indicator.

    The CPI is a primary inflation indicator because consumer spending accounts for nearly two-thirds of economic activity. Often, the CPI is followed but excludes the price of food and energy as these items are generally much more volatile than the rest of the CPI and can obscure the more important underlying trend.

    Rising consumer price inflation is normally associated with the expectation of higher short term interest rates and may therefore be supportive for a currency in the short term. Nevertheless, a longer term inflation problem will eventually undermine confidence in the currency and weakness will follow.

    Producer Price Index

    The Producer Price Index (PPI) is a measure of the average level of prices of a fixed basket of goods received in primary markets by producers. The monthly PPI reports are widely followed as an indication of commodity inflation.

    The PPI is considered important because it accounts for price changes throughout the manufacturing sector.

    The PPI is often followed but excludes the food and energy components as these items are normally much more volatile than the rest of the PPI and can therefore obscure the more important underlying trend.

    Studying the PPI allows consideration of inflationary pressures that may be accumulating or receding, but have not yet filtered through to the finished goods prices.

    A rising PPI is normally expected to lead to higher consumer price inflation and thereby to potentially higher short-term interest rates. Higher rates will often have a short term positive impact on a currency, although significant inflationary pressure will often lead to an undermining of the confidence in the currency involved.

    Payroll Employment

    Payroll employment is a measure of the number of people being paid as employees by non-farm business establishments and units of government. Monthly changes in payroll employment reflect the net number of new jobs created or lost during the month and changes are widely followed as an important indicator of economic activity.

    Payroll employment is one of the primary monthly indicators of aggregate economic activity because it encompasses every major sector of the economy. It is also useful to examine trends in job creation in several industry categories because the aggregate data can mask significant deviations in underlying industry trends.

    Large increases in payroll employment are seen as signs of strong economic activity that could eventually lead to higher interest rates that are supportive of the currency at least in the short term. If, however, inflationary pressures are seen as building, this may undermine the longer term confidence in the currency.

    Durable Goods Orders

    Durable Goods Orders are a measure of the new orders placed with domestic manufacturers for immediate and future delivery of factory hard goods. Monthly percent changes reflect the rate of change of such orders.

    Levels of, and changes in, durable goods order are widely followed as an indicator of factory sector momentum.

    Durable Goods Orders are a major indicator of manufacturing sector trends because most industrial production is done to order. Often, the indicator is followed but excludes Defence and Transportation orders because these are generally much more volatile than the rest of the orders and can obscure the more important underlying trend.

    Durable Goods Orders are measured in nominal terms and therefore include the effects of inflation. Therefore the Durable Goods Orders should be compared to the trend growth rate in PPI to arrive at the real, inflation-adjusted Durable Goods Orders.

    Rising Durable Goods Orders are normally associated with stronger economic activity and can therefore lead to higher short-term interest rates that are often supportive to a currency at least in the short term.

    Retail Sales

    Retail Sales are a measure of the total receipts of retail stores. Monthly percentage changes reflect the rate of change of such sales and are widely followed as an indicator of consumer spending.

    Retails Sales are a major indicator of consumer spending because they account for nearly one-half of total consumer spending and approximately one-third of aggregate economic activity.

    Often, Retail Sales are followed less auto sales because these are generally much more volatile than the rest of the Retail Sales and can therefore obscure the more important underlying trend.

    Retail Sales are measured in nominal terms and therefore include the effects of inflation. Rising Retail Sales are often associated with a strong economy and therefore an expectation of higher short-term interest rates that are often supportive to a currency at least in the short term.

    Housing Starts

    Housing Starts are a measure of the number of residential units on which construction is begun each month and the level of housing starts is widely followed as an indicator of residential construction activity.

    The indicator is followed to assess the commitment of builders to new construction activity. High construction activity is usually associated with increased economic activity and confidence, and is therefore considered a harbinger of higher short-term interest rates that can be supportive of the involved currency at least in the short term. Oleh:forextrading

    Forex trading examples

    Example 1

    An investor has a margin deposit with Saxo Bank of USD 100,000.

    The investor expects the US dollar to rise against the Swiss franc and therefore decides to buy USD 2,000,000 - 2% of his maximum possible exposure at a 1% margin Forex gearing.

    The Saxo Bank dealer quotes him 1.5515-20. The investor buys USD at 1.5520.

    Day 1: Buy USD 2,000,000 vs. CHF 1.5520 = Sell CHF 3,104,000.

    Four days later, the dollar has actually risen to CHF 1.5745 and the investor decides to take his profit.

    Upon his request, the Saxo Bank dealer quotes him 1.5745-50. The investor sells at 1.5745.

    Day 5: Sell USD 2,000,000 vs. CHF 1.5745 = Buy CHF 3,149,000.

    As the dollar side of the transaction involves a credit and a debit of USD 2,000,000, the investor's USD account will show no change. The CHF account will show a debit of CHF 3,104,000 and a credit of CHF 3,149,000. Due to the simplicity of the example and the short time horizon of the trade, we have disregarded the interest rate swap that would marginally alter the profit calculation.

    This results in a profit of CHF 45,000 = approx. USD 28,600 = 28.6% profit on the deposit of USD 100,000.


    Example 2:

    The investor follows the cross rate between the EUR and the Japanese yen. He believes that this market is headed for a fall. As he is not quite confident of this trade, he uses less of the leverage available on his deposit. He chooses to ask the dealer for a quote in EUR 1,000,000. This requires a margin of EUR 1,000,000 x 5% = EUR 10,000 = approx. USD 52,500 (EUR /USD 1.05).

    The dealer quotes 112.05-10. The investor sells EUR at 112.05.

    Day 1: Sell EUR 1,000,000 vs. JPY 112.05 = Buy JPY 112,050,000.

    He protects his position with a stop-loss order to buy back the EUR at 112.60. Two days later, this stop is triggered as the EUR o strengthens short term in spite of the investor's expectations.

    Day 3: Buy EUR 1,000,000 vs. JPY 112.60 = Sell JPY 112,600,000.

    The EUR side involves a credit and a debit of EUR 1,000,000. Therefore, the EUR account shows no change. The JPY account is credited JPY 112.05m and debited JPY 112.6m for a loss of JPY 0.55m. Due to the simplicity of the example and the short time horizon of the trade, we have disregarded the interest rate swap that would marginally alter the loss calculation.

    This results in a loss of JPY 0.55m = approx. USD 5,300 (USD/JPY 105) = 5.3% loss on the original deposit of USD 100,000.


    Example 3

    The investor believes the Canadian dollar will strengthen against the US dollar. It is a long term view, so he takes a small position to allow for wider swings in the rate:

    He asks Saxo Bank for a quote in USD 1,000,000 against the Canadian dollar. The dealer quotes 1.5390-95 and the investor sells USD at 1.5390. Selling USD is the equivalent of buying the Canadian dollar.

    Day 1: Sell USD 1,000,000 vs. CAD 1.5390. He swaps the position out for two months receiving a forward rate of CAD 1.5357 = Buy CAD 1,535,700 for Day 61 due to the interest rate differential.

    After a month, the desired move has occurred. The investor buys back the US dollars at 1.4880. He has to swap the position forward for a month to match the original sale. The forward rate is agreed at 1.4865.

    Day 31: Buy USD 1,000,000 vs. CAD 1.4865 = Sell CAD 1,486,500 for Day 61.

    Day 61: The two trades are settled and the trades go off the books. The profit secured on Day 31 can be used for margin purposes before Day 61.

    The USD account receives a credit and debit of USD 1,000,000 and shows no change on the account. The CAD account is credited CAD 1,535,700 and debited CAD 1,486,500 for a profit of CAD 49,200 = approx. USD 33,100 = profit of 33.1% on the original deposit of USD 100,000. Oleh:forextrading

    Forex Trading Basics

    There are many reasons for the popularity of foreign exchange trading, but among the most important are the leverage available, the high liquidity 24 hours a day and the very low dealing costs associated with trading.

    Of course many commercial organisations participate purely due to the currency exposures created by their import and export activities, but the main part of the turnover is accounted for by financial institutions. Investing in foreign exchange remains predominantly the domain of the big professional players in the market - funds, banks and brokers. Nevertheless, any investor with the necessary knowledge of the market's functions can benefit from the advantages stated above.


    Margin Trading

    Foreign exchange is normally traded on margin. A relatively small deposit can control much larger positions in the market. For trading the main currencies, Saxo Bank requires a 1% margin deposit. This means that in order to trade one million dollars, you need to place just USD 10,000 by way of security.

    In other words, you will have obtained a gearing of up to 100 times. This means that a change of, say 2%, in the underlying value of your trade will result in a 200% profit or loss on your deposit. See below for specific examples. As you can see, this calls for a very disciplined approach to trading as both profit opportunities and potential risks are very large indeed.

    Base Currency and Variable Currency

    When you trade, you will always trade a combination of two currencies. For example, you will buy US dollars and sell euro. Or buy euro and sell Japanese yen, or any other combination of dozens of widely traded currencies. But there is always a long (bought) and a short (sold) side to a trade, which means that you are speculating on the prospect of one of the currencies strengthening in relation to the other.

    The trade currency is normally, but not always, the currency with the highest value. When trading US dollars against Singapore dollars, the normal way to trade is buying or selling a fixed amount of US dollars, i.e. USD 1,000,000. When closing the position, the opposite trade is done, again USD 1,000,000. The profit or loss will be apparent in the change of the amount of SGD credited and debited for the two transactions. In other words, your profit or loss will be denominated in SGD, which is known as the price currency. As part of our service, Saxo Bank will automatically exchange your profits and losses into your base currency if you require this.

    Dealing Spread, but No Commissions

    When trading foreign exchange, you are quoted a dealing spread offering you a buying and a selling level for your trade. Once you accept the offered price and receive confirmation from our dealers, the trade is done. There is no need to call an exchange floor. There are no other time-consuming delays. This is possible due to live streaming prices, which are also a great advantage in times of fast-moving markets: You can see where the market is trading and you know whether your orders are filled or not.

    The dealing spread is typically 3-5 points in normal market conditions. This means that you can sell US dollars against the euro at 1.7780 and buy at 1.7785. There are no further costs, commissions or exchange fees.

    This ensures that you can get in and out of your trades at very low slippage and many traders are therefore active intra-day traders, given that a typical day in USDEUR presents price swings of 150-200 points.

    Spot and forward trading

    When you trade foreign exchange you are normally quoted a spot price. This means that if you take no further steps, your trade will be settled after two business days. This ensures that your trades are undertaken subject to supervision by regulatory authorities for your own protection and security. If you are a commercial customer, you may need to convert the currencies for international payments. If you are an investor, you will normally want to swap your trade forward to a later date. This can be undertaken on a daily basis or for a longer period at a time. Often investors will swap their trades forward anywhere from a week or two up to several months depending on the time frame of the investment.

    Although a forward trade is for a future date, the position can be closed out at any time - the closing part of the position is then swapped forward to the same future value date.

    Interest Rate Differentials

    Different currencies pay different interest rates. This is one of the main driving forces behind foreign exchange trends. It is inherently attractive to be a buyer of a currency that pays a high interest rate while being short a currency that has a low interest rate.

    Although such interest rate differentials may not appear very large, they are of great significance in a highly leveraged position. For example, the interest rate differential between the US dollar and the Japanese yen has been approximately 5% for several years. In a position that can be supported by a 5% margin deposit, this results in a 100% profit on capital per annum when you buy the US dollar. Of course, an even more important factor normally is the relative value of the currencies, which changed 15% from low to high during 2005 – disregarding the interest rate differential. From a pure interest rate differential viewpoint, you have an advantage of 100% per annum in your favour by being long US dollar and an initial disadvantage of the same size by being short.

    Such a situation clearly benefits the high interest rate currency and as result, the US dollar was in a strong bull market all through 2005. But it is by no means a certainty that the currency with the higher interest rate will be strongest. If the reason for the high interest rate is runaway inflation, this may undermine confidence in the currency even more than the benefits perceived from the high interest rate.

    Stop-loss discipline

    As you can see from the description above, there are significant opportunities and risks in foreign exchange markets. Aggressive traders might experience profit/loss swings of 20-30% daily. This calls for strict stop-loss policies in positions that are moving against you.

    Fortunately, there are no daily limits on foreign exchange trading and no restrictions on trading hours other than the weekend. This means that there will nearly always be an opportunity to react to moves in the main currency markets and a low risk of getting caught without the opportunity of getting out. Of course, the market can move very fast and a stop-loss order is by no means a guarantee of getting out at the desired level.

    But the main risk is really an event over the weekend, where all markets are closed. This happens from time to time as many important political events, such as G7 meetings, are normally scheduled for weekends.

    For speculative trading, we always recommend the placement of protective stop-lossorders. With Saxo Bank Internet Trading you can easily place and change such orders while watching market development graphically on your computer screen. Oleh:forextrading

    Selasa, 10 Februari 2009

    Forex Trading Tutorial for Beginner

    What should you do before doing Forex trading.

    1. Prepare your computer.

    At Home: Find the most suitable location
    Want to trade Forex in your home? First, you have to find the best place to put your computer and use good ergonomic desk and chair, you should be comfortable sitting on a chair. If you can, find a place away from public areas of your house, you can use a separate room or in your bedroom.

    At Office: Check your office rules
    If you want to trade Forex you should check your office rules, some companies do not allow their employees doing other work than their work, ask your IT Manager you can do Forex trade in your computer in working hours or only for lunch?
    2005 - 2006 © Arisson Mercinova S.Kom.

    2. Prepare your Internet connection.

    Sustained access
    Internet Trading Forex need a stable and fast Internet access, a dial-up Internet access is enough, but you better be faster access to the Internet, find the ISP that can provide quick and cheap access to the Internet. And the most important is that the Internet access is not interrupted or disconnected often.

    Calculate your expense and your income
    Calculate your internet access charges as in Forex trade may be necessary to see chart display hourly each day trying to get more income than his expense. Perhaps at the beginning of training time you get a small income than expenses.

    3. Prepare you physical and mental.

    You must have healthy body
    In Online Forex trading you must have a healthy body suits, because once you have to trade until the end of the middle of the night because Forex Trading complete 24 hours daily rounding on each country trading time zone.

    Ready to get loss 2005 - 2006 © Arisson Mercinova S.Kom.
    The most important is your mental, as Forex Trading is not always profitable, once you will be losses, so prepare your mind and not anger and depression. Be safe play Forex, not to be greedy and want to get more profit in rapid time. Allocation little percentage of your deposit to get a little profit, after a few times, you get more profit.

    Forex is not same as HYIP
    If you usually play the HYIP before such as Autosurf, PTC, PTR, etc., so you must understand Forex Trading is not the same as a HYIP, if the HYIP you can get money allocated for the HYIP site and make a profit immediately, and then in Forex trade, you must manage your own money, you must practice more before becoming an expert in Forex Trading, learn a lot Forex Literature and many articles on the internet, even you should buy Forex books to expand your skills.

    Not surrender easily
    Maybe during training, you get lost, even in a large amount of loss, but please be patient is only temporary, and after learning of other Forex trader, you become an expert. So, always using virtual money before using real money.

    4. Expand your environment

    Use Marketiva chatting facility
    There is a chatting facility on Marketiva Streamster Software, log in there and find you country, you will be help by other expert traders, don't be afraid, keep active and ask anything you want to know. Oleh:oeang.com



    Sabtu, 24 Januari 2009

    Dimana Tempat Online Trading Forex?

    Pada saat ini forex trading sudah sangat mudah untuk dilakukan oleh siapapun dan dari manapun. Dengan modal komputer yang tersambung ke internet, Anda sudah bisa melakukan trsansaksi bisnis forex trading baik dari rumah, kantor, warnet, dan darimana saja yang penting ada fasilitas sambungan internet.


    Forex trading merupakan pasar terbesar di dunia diukur berdasarkan nilai total transaksi. Dengan transaksi yang begitu besar setiap hari, hal ini tentu menawarkan keuntungan yang sangat besar pula serta merupakan salah satu kesempatan menarik untuk mendapatkan penghasilan secara online.

    Untuk mulai belajar forex trading, Anda sangat disarankan untuk menggunakan "Demo Account" (virtual trading) terlebih dahulu sampai mahir dan familiar dengan forex trading. Setelah itu Anda juga harus melatih mental trading Anda dengan "Live Trading". Akan sangat berbeda sekali kondisi psikologis bila trading dengan Live Account.

    Untuk melatih teknis dan mental trading Anda dengan resiko minim, Saya sarankan Anda menggunakan broker online Marketiva Corp/ www.marketiva.com

    Kenapa harus Marketiva Corporation?
    Transaksi real maupun belajar Forex Trading di Marketiva adalah pilihan terbaik bagi para calon trader dalam mengembangkan ilmu dan pengalaman. Di Marketiva, Anda tidak perlu lagi memikirkan modal untuk melakukan forex trading, karena Anda mendapatkan hadiah gratis uang $5 untuk "live trading" dan $10,000 virtual money untuk simulasi dengan kondisi pasar yang sesungguhnya.

    Marketiva juga mengizinkan kita untuk memulai bisnis real forex dengan modal $1. Padahal kebanyakan forex broker yang lain hanya menerima dana di atas $500 untuk bertransaksi forex trading di tempat mereka. Oleh karena itu Marketiva cocok bagi anda yang memiliki modal kecil tapi ingin langsung belajar dan memperdalam transaksi forex sesungguhnya.

    Belajar forex trading dengan metode belajar sambil praktek akan membuat Anda lebih cepat memahami segala hal tentang forex trading. Untuk mendukung pengetahuan anda, anda bisa membaca e-book tentang forex, yang bisa anda download, mengikuti forum dan mailing list. Yang semuanya gratis buat anda.

    Note: Keuntungan Trading Forex di Marketiva:
    • Gratis bonus $ 5 langsung di live account saat mendaftar
    • Bebas Komisi
    • Bebas Bunga (0% Overnight Interest)
    • Real Time Quotes, Charts and News
    • Bisa Hedging/Lock (lindung nilai)
    • Modal Bebas dan Tanpa Initial Deposit
    • Jarak (Spread) Sell/Buy yang rendah
    • Bisa Trailing Stop (manual)
    • Jarak Stop atau Limit kurang dari 2 pips
    • Tersedia pula fasilitas utk otomatis order maupun untuk manual order
    • Contract Size bebas dan fleksibel
    • Fasilitas Chat dan Diskusi online
    • Mudah digunakan dan tidak rumit
    • Mendukung Mini Forex dan Regular
    • Free Trading Signals
    • Layanan Live Support 24 jam
    • Mendukung Pembayaran Bank Wire, Web Money, Liberty Reserve dan E-Bullion,
    • Legal dan Aman

    Fundamental Analysis in Forex Trading

    www.learnforexpro.com | Learn Forex Trading
    Fundamental Analysis Apakah Analisis Fundamental (Fundamental Analysis) itu ?
    Analisis Fundamental (Fundamental Analysis) memprediksi pergerakan harga dengan menterjemahkan berbagai informasi keadaan ekonomi, termasuk berita, laporan dan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, dan juga rumor.

    Pada Analisis Fundamental (Fundamental Analysis), pergerakan harga yang drastis terjadi apabila ada peristiwa-peristiwa yang tidak terduga. Peristiwa tersebut bisa berupa kenaikan/penurunan suku bunga dari bank central, sampai peristiwa politik ataupun perang. Contohnya adalah peristiwa 9/11. Ketika peristiwa 9/11 terjadi, rate USD melemah dikarenakan setiap orang memperkirakan peristiwa tersebut akan berpengaruh besar terhadap US sehingga besar kemungkinan USD melemah. Kejadian ini menyebabkan banyak pelaku pasar menjual USD. Imbasnya rate USD benar-benar turun drastis.

    Bagaimana Cara Trade Forex Berdasarkan News (News Trading)
    Pada dasarnya, Trading Forex berdasarkan news (News Trading) merupakan teknik trading dengan cara membandingkan selisih hasil aktual economic news dengan nilai forecast (prediksi) dari news tersebut.

    Umumnya jika selisih antara nilai aktual dan nilai forecastnya cukup besar, maka pergerakan harga akan lebih drastis daripada jika selisihnya sedikit atau sesuai dengan prediksi. Tapi sekali lagi, ada faktor-faktor lain yang perlu anda perhatikan bila ingin menggunakan teknik News Trading

    Faktor-faktor penting yang perlu diperhatikan untuk News Trading:
    1. Jenis-jenis economic news apa saja yang dianggap penting oleh pasar dan berpotensi menyebabkan pergerakan harga yang cukup besar (drastis). Semakin penting maka biasanya pergerakan harga yang terjadi juga semakin besar
    2. Berapa besar selisih nilai aktual dan forecast (prediksi) dari news. Semakin besar selisih nilai aktual dengan forecast, semakin besar pula pergerakan harga yang terjadi
    3. Range High-Low Daily (Range Harian) beberapa saat sebelum news diumumkan. Semakin kecil range harian dari mata uang yang bersangkutan sebelum pengumuman news, biasanya pergerakan harga relatif lebih besar
    4. Jenis Pair mata uang yang anda gunakan, Spread yang membesar, dan Slippage. Ada pair tertentu yang sedikit "aneh", karena meskipun ada news yang seharusnya cukup penting untuk pair tersebut, tapi tidak terjadi pergerakan harga yang cukup besar, bahkan ada kalanya harga hampir tak bergerak. Ada broker forex tertentu yang sengaja membesarkan spread sewaktu pengumuman news penting. Juga seringkali terjadi slippage (harga yang tak sesuai) antara harga yang anda order dengan yang anda dapatkan.

    Economic News Penting yang berpotensi menyebabkan pergerakan harga pasar
    Pengumuman Suku Bunga (Interest Rate Statement)
    Pertumbuhan/Perubahan Ketenagakerjaan (Employment Change)
    Nilai GDP (Gross Domestic Product)
    Neraca Perdagangan (Trade Balance)
    Tingkat Inflasi Harga Konsumen (Consumer Price Index)
    Tingkat Penjualan Retail (Retail Sales)
    Tingkat Pesanan Bahan Durable (Durable Goods Order)

    Teknik Trading Forex Berdasarkan News (News Trading)
    Ada 2 cara yang sering digunakan trader untuk trade forex berdasarkan news (News Trading):
    1. Menggunakan Stop Buy dan Stop Sell Order
      Teknik ini dilakukan dengan menggunakan Stop Buy dan Stop Sell pending order sebelum news penting diumumkan. Keuntungannya adalah jika harga bergerak tidak sesuai prediksi, masih memungkinkan untuk mendapat profit. Resikonya dapat diminimalkan dengan cara menginput stop loss yang disesuaikan dengan jenis news tersebut.

      Kelemahan dari teknik ini adalah jika terjadi whipsaw, yaitu ketika pasar bergerak tak beraturan ke 2 arah yang berbeda secara cepat (contoh : harga naik, turun, dan naik lagi dalam waktu yang relatif singkat)

    2. Trade Langsung di harga pasar pada saat news diumumkan.
      Teknik ini dilakukan dengan cara membandingkan selisih nilai aktual dan forecast dari news tertentu. Jika selisihnya cukup besar maka trader akan langsung open buy atau sell pada harga market.

      Keuntungan dari teknik ini adalah kemungkinan untuk mendapatkan profit yang lebih besar daripada teknik 1 di atas.

      Kelemahannya adalah jika pergerakan pasar tidak berlangsung semestinya, maka trader yang bersangkutan akan mengalami loss yang cukup besar karena tak ada stop loss untuk melindungi posisinya tersebut. Jika anda ingin menggunakan teknik ini maka sebaiknya broker forex anda memiliki eksekusi instan dan anda memiliki sumber news yang sangat baik. Bagi anda yang masih pemula, sebaiknya jangan menggunakan teknik ini karena sangat beresiko. Oleh:belajarforexpro

    Technical Vs Fundamental Analysis

    www.learnforexpro.com | Learn Forex Trading
    Technical Analysis | Fundamental Analysis | Forex (Valas) Analysis Para trader membuat keputusan menggunakan dua Analisis yaitu Analisis Teknikal (Technical Analysis) dan Analisis Fundamental (Fundamental Analysis).
    Analisis Teknikal (Technical Analysis) menggunakan chart, trend line, indikator seperti : Moving Average, Moving Average Convergence Divergence (MACD), Relative Strenght Index (RSI), Bolinger Band, Fibbonaci, Camarilla, Pivot point, pattern/pola candlestick dan Analisis matematis lainnya untuk mempelajari peluang pasar.
    Sementara Analisis Fundamental (Fundamental Analysis) memprediksi pergerakan harga dengan menterjemahkan berbagai informasi keadaan ekonomi, termasuk berita, laporan dan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, dan juga rumor.

    Analisis Teknikal (Technical Analysis) dan Analisis Fundamental (Fundamental Analysis). Manakah yang lebih baik ?
    Marilah kita kembali ke dasar dari forex trading. Apakah yang menyebabkan pergerakan harga ?
    Jawabannya adalah : Harapan dan spekulasi dari pasar ! Berita bukanlah penyebab pergerakan harga. Di lain pihak, indikator / perhitungan matematis juga bukan merupakan penggerak harga.

    Pada Analisis Teknikal (Technical Analysis), ketika trader berpedoman pada grafik, sebagai contoh garis trend line dan MACD telah menunjukkan bahwa harga telah menembus garis trend line dan garis-garis pada MACD telah perpotongan. Dan bila kemudian harga naik, hal ini tidak berarti bahwa pola indikator-indikator tersebut yang menyebabkan pergerakan harga! Tetapi dikarenakan banyak trader perpatokan pada garis- garis tersebut. Pada saat itu, mereka melakukan hal yang sama (membeli/LONG) sesuai teori dari indikator yang bersangkutan. Inilah yang menyebabkan harga benar-benar naik sesuai prediksi dari indikator.
    Intinya, indikator hanyalah sebagai follower / pengikut dan bukan sebagai penyebab pergerakan harga.

    Pada Analisis Fundamental (Fundamental Analysis), pergerakan harga yang drastis terjadi apabila ada peristiwa-peristiwa yang tidak terduga. Peristiwa tersebut bisa berupa kenaikan/penurunan suku bunga dari bank central, sampai peristiwa politik ataupun perang. Contohnya adalah peristiwa 9/11. Ketika peristiwa 9/11 terjadi, rate USD melemah dikarenakan setiap orang memperkirakan peristiwa tersebut akan berpengaruh besar terhadap US sehingga besar kemungkinan USD melemah. Kejadian ini menyebabkan banyak pelaku pasar menjual USD. Imbasnya rate USD benar-benar turun drastis.

    Pertanyaan sesungguhnya adalah seberapa banyak uang yang diperdagangkan berdasarkan Analisis Teknikal (Technical Analysis) dan Analisis Fundamental (Fundamental Analysis) ?
    Pada umumnya, bank-bank besar, hegde fund, dan institusi keuangan besar lainnya menggunakan dasar Analisis Fundamental (Fundamental Analysis). Dan karena mereka adalah pemegang sebagian besar uang di seluruh dunia, maka bila mereka melakukan trade, maka harga akan bergerak sesuai dengan apa yang mereka lakukan. Hal ini sesuai dengan hukum ekonomi, sebagai contoh bila ada banyak pembeli USD, maka jumlah USD yang beredar di pasaran akan berkurang, menyebabkan harga USD naik.

    Bagaimana dengan trader-trader yang menggunakan Analisis Teknikal (Technical Analysis) ? Dapat dipastikan mereka tak memiliki jumlah uang sebanyak institusi-institusi keuangan di atas (walaupun digabungkan secara total). Ditambah lagi beragamnya indikator teknikal yang berjumlah ratusan dan timeframe yang berbeda-beda. Hal ini menyebabkan setiap indikator dan timeframe tsb menghasilkan prediksi yang amat bervariasi.

    Tips-tips bagi trader yang menggunakan Analisis Teknikal (Technical Analysis) dan Analisis Fundamental (Fundamental Analysis)
    Bagi anda yang menggunakan Analisis Teknikal (Technical Analysis), tips yang kami berikan adalah : Hanya gunakan indikator-indikator umum yang banyak digunakan oleh para trader dan hanya trade sewaktu tak ada berita ekonomi penting.
    Bagi anda yang menggunakan Analisis Fundamental (Fundamental Analysis), tips yang kami berikan adalah : sabar, disiplin, hanya trade sewaktu ada berita ekonomi penting dan pastikan waktu / jam yang anda gunakan adalah benar-benar tepat.Oleh:belajarforexpro

    Forex Tutorial

    Trading FOREX (Foreign Exchange) atau yang lebih dikenal dengan Valas (Valuta Asing) merupakan suatu jenis transaksi yang memperdagangkan mata uang (currency) suatu negara terhadap mata uang (currency) negara lainnya. Dengan rata-rata volume harian sebesar US$2 triliun, Market Forex 46 kali lebih besar daripada semua gabungan pasar saham dan karena itu disebut pasar paling liquid di dunia. Forex Market adalah pasar yang buka selama 24 jam secara berkesinambungan

    Bagaimana Cara Kerja Forex ?
    Trading Forex (Valas) merupakan pertukaran 1 mata uang terhadap mata uang lainnya dengan tujuan untuk mendapatkan profit (keuntungan) dari perbedaan nilai mata uang. Sebagai contoh :

    Seorang trader mendapatkan keuntungan dari transaksi BUY Poundsterling (Great Britain Pounds/GBP)

    Apa Yang Dilakukan Trader Great Britain Pounds (GBP) US Dollars (USD)
    Seorang Trader membeli 10.000 pounds pada awal February 2007 ketika harga GBP/USD 1.9800. (Buy GBP/USD) +10,000 -19,800 *
    Keesokan harinya, Trader tersebut menukarkan kembali 10,000 pounds itu menjadi US dollar pada harga 2.0000.(Sell GBP/USD) -10,000 +20,000 **
    Pada contoh ini, Trader tersebut mendapatkan keuntungan kotor $200. 0 +200

    * $10,000 x 1.9800 = US $19,800
    (Trader tersebut membeli GBP 10.000 dengan cara menjual US$ 19.800)
    ** $10,000 x 2.0000 = US $20,000
    (Trader tersebut menjual GBP 10.000 dengan cara membeli US$ 20.000)

    Action Arti
    Buy EUR/USD Membeli EUR dengan cara menjual USD
    Sell EUR/USD Menjual EUR untuk membeli USD


    Pasangan Mata Uang (Currency Pair)
    Mata uang (Currency) selalu berupa pasangan atau pair karena setiap melakukan transaksi forex berarti anda membeli suatu mata uang dan sekaligus menjual mata uang lainnya. Misalnya rate/kurs untuk pair GPB/USD adalah GPB/USD=1.8500, artinya 1 pound GBP adalah 1,85 USD.

    Cross Rate adalah pasangan mata uang (pair) yang tak mengandung mata uang resmi suatu negara di mana mata uang tersebut diperdagangkan, misalnya transaksi forex dilakukan di Amerika (mata uang resminya adalah USD). Artinya pasangan mata uang yang tidak mengandung USD merupakan cross rate dari USD. Contohnya adalah GBP/JPY, EUR/GBP, dll. Pair yang tidak mengandung USD dan melibatkan EUR dinamakan euro cross seperti EUR/GBP.

    Pasangan Mata Uang (Pair) terdiri dari 2 quote mata uang yang berbeda. Mata Uang yang terletak di sebelah kiri adalah base currency. sebagai contoh pada pair GBP/USD maka GBP disebut base currecy. Sedangkan USD adalah quote currency atau counter currency.

    Sebagai contoh adalah pada quote EUR/USD 1.2500, di mana EUR sebagai base currecy dan USD sebagai quote currency. Artinya EUR 1 bernilai US$ 1,25.

    Bila quote bergerak dari EUR/USD 1.2500 menjadi EUR/USD 1.2510, maka Euro menguat dan US dollar melemah. Begitu juga sebaliknya bila quote bergerak dari EUR/USD 1.2500 menjadi EUR/USD 1.2490, maka Euro melemah dan US dollar menguat

    Pair Mata Uang Grafik (Chart) bergerak EUR (base) USD (quote)
    EUR/USD Naik Menguat Melemah
    EUR/USD Turun Melemah Menguat

    Bila anda BUY EUR/USD maka berarti anda membeli base currency (EUR) dan pada saat yang sama menjual quote currency (USD). Jika anda SELL EUR/USD maka berarti anda menjual base currency (EUR) dan saat yang sama membeli quote currency (USD).

    Buy EUR/USD -> Buy EUR / Sell USD
    Sell EUR/USD -> Sell EUR / Buy USD

    Contoh lain :

    Pair EUR/USD:
    Untuk prediksi EUR menguat terhadap USD, anda dapat melakukan BUY EUR/USD
    Untuk prediksi USD menguat terhadap EUR, anda dapat melakukan SELL EUR/USD

    Pair USD/JPY:
    Untuk prediksi USD menguat terhadap JPY, anda dapat melakukan BUY USD/JPY
    Untuk prediksi JPY menguat terhadap USD, anda dapat melakukan SELL USD/JPY

    Mata Uang Utama
    Mata uang utama yang umum dan seringkali diperdagangkan di dunia adalah :

    Simbol Negara Mata Uang
    USD United States Dollar
    EUR Euro members Euro
    GBP Great Britain Pound
    JPY Japan Yen
    CHF Switzerland Franc
    CAD Canada Dollar
    AUD Australia Dollar

    Pasar Forex Dunia
    Pasar Forex adalah pasar 24 jam berkesinambungan yang buka 5 hari per minggunya. Tabel di bawah kami bagi menjadi 2 yaitu berdasarkan New York Time saat Day Light Saving Time (DST) dan Eastern Standard Time (EST atau ET). Mulai tanggal 9 Maret 2008 - 2 November 2008 menggunakan DST (WIB lebih cepat 11 jam daripada NY Time DST), sedangkan mulai 2 November 2008 - 8 Maret 2009 menggunakan EST (WIB lebih cepat 12 jam daripada NY Time EST), dan seterusnya. Untuk list lengkapnya dapat anda cek di http://timeanddate.com/worldclock/timezone.html?n=179

    Timezone New York (ET/EST) GMT WIB
    Tokyo Open 7:00 pm 00:00 7:00
    Tokyo Close 4:00 am 9:00 16:00
    London Open 3:00 am 8:00 15:00
    London Close 12:00 pm 17:00 00:00
    New York Open 8:00 am 13:00 20:00
    New York Close 5:00 pm 22:00 5:00


    Timezone New York (DST) GMT WIB
    Tokyo Open 7:00 pm 23:00 6:00
    Tokyo Close 4:00 am 8:00 15:00
    London Open 3:00 am 7:00 14:00
    London Close 12:00 pm 16:00 23:00
    New York Open 8:00 am 12:00 19:00
    New York Close 5:00 pm 21:00 4:00

    Satuan Terkecil Mata Uang (point/pip) dan Contract Size
    Point (pip) adalah satuan terkecil pergerakan harga di forex. Satu point (pip) untuk pair GBP/USD adalah 0.0001 sedangkan satu point untuk pair USD/JPY adalah 0.01. Contoh: Pair GBP/USD, pergerakan 1.8500 sampai 1.8550 adalah 50 point.
    Nilai per point (pip) bergantung pada jumlah contract size (lot) dan mata uang yang digunakan.

    Contract Size (Lot) adalah jumlah terkecil dalam trading forex. Pada umumnya, contract size (lot) yang sering digunakan adalah Standard Lot, Mini Lot dan Micro Lot Standard Lot sama dengan $100.000, Mini Lot adalah $10.000 dan Micro Lot adalah $1000.
    Seandainya broker forex anda mendukung Standard dan Mini Lot, maka artinya anda dapat trade dengan jumlah kelipatan dari 100.000 dan 10.000. Contohnya : $30.000, $120.000, dan lain-lain.

    Quote/rate mata uang
    Quote forex terdiri dari harga 2 harga, yaitu harga yang lebih rendah (Bid) dan harga yang lebih tinggi (Ask/Offer).
    Bid adalah harga anda jual kepada broker forex (dealer) atau harga di mana broker forex (dealer) mau membeli dari anda. Sedangkan Ask / Offer merupakan harga anda beli dari broker forex (dealer) atau harga di mana broker forex (dealer) mau menjual kepada anda. Bid umumnya lebih rendah dari Ask.

    Selisih harga Bid dan Ask adalah Spread. Semakin kecil spread dealer forex semakin menguntungkan trader.

    Quote dari forex tampak seperti ini :

    quote forex

    yaitu Quote EUR/USD Bid/Ask : 1.2293/96. Berarti harga jual ke broker anda 1.2293 dan harga beli dari broker adalah 1.2296. spreadnya 1.2296-1.2293 adalah 3 point.

    Contoh :
    Anda open BUY (Long) EUR/USD pada harga 1.2296 (Ask), maka bila Bid sekarang menunjukkan harga 1.2293, artinya anda masih rugi sebesar -3 pips. Oleh sebab ini, setiap kali anda open posisi dapat dipastikan akan terjadi minus sebesar spread (yaitu misalnya 3 untuk EUR/USD). Untuk mendapatkan profit anda harus menunggu hingga Harga Bid pada tabel harga NAIK lebih dari 1.2296

    Harap diingat :
    Bila anda open posisi Buy (Long), artinya anda membuka posisi dengan harga ask, dan kemudian nantinya akan ditutup (close/liquid dan termasuk juga stop loss dan target profit) menggunakan harga bid.

    Bila anda open posisi Sell (Short), artinya anda membuka posisi dengan harga bid, dan kemudian nantinya akan ditutup (close/liquid dan termasuk juga stop loss dan target profit) menggunakan harga ask.

    Posisi Open dengan Close (TP */SL **) dengan
    Buy (Long) Harga Ask Harga Bid
    Sell (Short) Harga Bid Harga Ask

    * TP = Take Profit
    ** SL = Stop Loss

    Apakah arti posisi LONG dan SHORT ?
    Posisi LONG atau open BUY adalah posisi di mana seorang trader membeli suatu mata uang pada harga tertentu dan bertujuan untuk menjualnya kemudian pada harga yang lebih tinggi.Jadi investor tersebut mendapatkan keuntungan dari market yang naik (grafik pair naik). Misalnya anda membeli di posisi 1.1500 kemudian menjual di 1.1525 maka anda akan mendapatkan keuntungan sebanyak 25 poin/pips.

    LONG atau open BUY adalah mengharapkan harga pasangan mata uang (pair) NAIK agar profit. (grafik pair naik) Contoh : Long (BUY) eur/usd maka anda mengharapkan grafik eur/usd adalah NAIK atau euro menguat terhadap usd.

    Naiknya harga suatu pair juga bisa anda artikan mata uang di DEPAN pair tersebut menguat terhadap mata uang di belakang pair tersebut. Contoh : Grafik harga Pair eur/usd NAIK maka artinya euro menguat terhadap usd.

    Harga yang digunakan sewaktu OPEN BUY / LONG adalah harga beli (ASK) dan harga yang digunakan waktu anda menutup/liquid adalah harga jual (BID).

    Bila kita open Buy (Long) menggunakan Harga Ask, maka Harga Bid pada tabel harga harus LEBIH TINGGI dari Harga Ask (harga open posisi Buy) agar mendapatkan Profit.

    Untuk kemudahan Posisi LONG seringkali disingkat BUY

    Posisi SHORT atau open SELL adalah posisi di mana seorang trader menjual suatu mata uang pada harga tertentu dan bertujuan untuk membeli kemudian pada harga yang lebih rendah.Jadi investor tersebut mendapatkan keuntungan dari market yang turun (grafik pair turun).

    SHORT atau open SELL adalah mengharapkan harga pasangan mata uang (pair) TURUN agar profit. Contoh : Short (SELL) eur/usd maka anda mengharapkan grafik eur/usd adalah TURUN atau euro melemah terhadap usd.

    Turunnya harga suatu pair juga bisa anda artikan mata uang di DEPAN pair tersebut melemah terhadap mata uang di belakang pair tersebut. Contoh : Grafik harga Pair eur/usd TURUN maka artinya euro melemah terhadap usd.

    Harga yang digunakan sewaktu OPEN SELL / SHORT adalah harga jual (BID) dan harga yang digunakan waktu anda menutup/liquid adalah harga beli (ASK).

    Bila kita open Sell (Long) menggunakan Harga Bid, maka Harga Ask pada tabel harga harus LEBIH RENDAH dari Harga Bid (harga open posisi Sell) agar mendapatkan Profit

    Untuk kemudahan Posisi SHORT seringkali disingkat SELL

    Posisi Open dengan Close dengan Bila Harga Naik Bila Harga Turun
    Long Buy Sell Profit Loss
    Short Sell Buy Loss Profit
    High,Low,Open,Close
    1. High : Rekor Harga tertinggi dari saat pembukaan (open) sampai akhir (closing) periode tertentu. (contoh : pada chart periode / timeframe 5 menit, maka harga tertinggi yang terjadi selama 5 menit itu merupakan harga high)
    2. Low : Rekor Harga terendah dari saat pembukaan (open) sampai akhir (closing) periode tertentu. (contoh : pada chart periode / timeframe daily, maka harga terendah yang terjadi selama hari itu merupakan harga low)
    3. Open : Harga pembukaan periode tertentu. (contoh : pada chart periode / timeframe 5 menit, harga diawali dengan harga 2.0000. Maka harga open pada range 5 menit itu adalah 2.0000)
    4. Close: Harga penutupan periode tertentu. (contoh : pada chart periode / timeframe 5 menit pada contoh di atas di akhiri dengan harga 2.0050. Maka harga close pada range 5 menit adalah 2.0050)
    Market Order
    Market order berarti trader akan melakukan transaksi pada harga yang berlaku saat itu. Untuk Buy berarti membeli harga "ask" yang berlaku pada saat itu juga, atau untuk Sell berarti menjual pada harga "bid" yang berlaku pada saat itu juga

    Misalnya anda akan membeli pair EUR/USD, pasar saat itu menunjukkan 1.2934/1.2938. Ini berarti broker anda mau membeli EUR/USD dari anda pada harga 1.2934 dan menjual ke anda seharga 1.2938.

    Stop Order dan Limit Order (Pending Order)
    Pending order adalah order otomatis untuk membuka posisi Long / Short hanya bila harga yang anda order / pesan tercapai. Bila harga yang anda order belum tercapai, maka pending order masih akan aktif dan akan menunggu hingga harga yang anda order tersentuh. Pending order dapat dibagi menjadi 2 yaitu Pending Order Stop dan Pending Order Limit.

    Bila anda hanya ingin membeli di ATAS harga sekarang, gunakan Stop Order Buy. Dan bila anda hanya ingin menjual di BAWAH harga sekarang, gunakan Stop Order Sell.

    Bila anda hanya ingin membeli di BAWAH harga sekarang, gunakan Limit Order Buy. Dan bila anda hanya ingin menjual di ATAS harga sekarang, gunakan Limit Order Sell.

    Contoh : Harga ASK sekarang adalah 2.0000 dan anda hanya ingin membeli (LONG) jika harga bergerak ke 2.0050 maka anda dapat menggunakan Stop Order Buy. (Ingat open buy/Long harga yang digunakan adalah harga ASK! )

    Contoh : Harga BID sekarang adalah 2.0000 dan anda hanya ingin menjual (SHORT) jika harga bergerak ke 1.9950 maka anda dapat menggunakan Stop Order Sell. (Ingat open sell/Short harga yang digunakan adalah harga BID! )

    Contoh : Harga ASK sekarang adalah 2.0000 dan anda hanya ingin membeli (LONG) jika harga bergerak ke 1.9950 maka anda dapat menggunakan Limit Order Buy. (Ingat open buy/Long harga yang digunakan adalah harga ASK! )

    Contoh : Harga BID sekarang adalah 2.0000 dan anda hanya ingin menjual (SHORT) jika harga bergerak ke 2.0050 maka anda dapat menggunakan Limit Order Sell. (Ingat open sell/Short harga yang digunakan adalah harga BID! )

    Jenis Order Buy (Long) Sell (Short)
    Market Membeli pada harga Ask saat itu Menjual pada harga Bid saat itu
    Stop Pending Order Membeli di atas harga saat itu (Ask) Menjual di bawah harga saat itu (Bid)
    Limit Pending Order Membeli di bawah harga saat itu (Ask) Menjual di atas harga saat itu (Bid)

    Masa aktif Pending Order
    1. GTC (Good Till Cancelled)
      Good Till Cancelled berarti pending order akan tetap aktif tanpa ada batas waktu, kecuali trader melakukan cancel secara manual. GTC merupakan default dari Pending Order
    2. GTD (Good Till Date)
      Good Till Date berarti pending order akan tetap aktif hingga batas waktu yang diset
    3. OCO (Order Cancels Other)
      Order Cancels Other berarti trader mengorder 2 pending order sekaligus. Jika salah satu pending order tersentuh, maka otomatis order lainnya akan dibatalkan
    Menghitung Profit/Loss (Keuntungan/Kerugian)
    Pergerakan harga terkecil dihitung dalam satuan point/pip. Nilai dari setiap point ini bervariasi sesuai jenis pasangan mata uang (pair), jumlah contract size yang digunakan.

    Contract size biasanya disebutkan dalam satuan lot, yaitu Standard lot (100.000), Mini lot (10.000), atau Micro lot (1000).

    Ada 3 jenis Pasangan Mata Uang (Pair) :
    1. Direct Rates
      Adalah Pair dengan USD sebagai counter currency (USD terletak di belakang), contoh : GBP/USD, EUR/USD, AUD/USD, dan NZD/USD
    2. Indirect Rates
      Adalah Pair dengan USD sebagai base currency (USD terletak di depan), contoh : USD/JPY, USD/CHF, dan USD/CAD
    3. Cross Rates
      Adalah Pair yang tidak mengandung USD, contoh : GBP/JPY, EUR/JPY, AUD/JPY, EUR/GBP, dan GBP/CHF
    Untuk mata uang Direct Rates misalnya (GBP/USD, EUR/USD, AUD/USD, dan NZD/USD) cara perhitungan profit/loss adalah sebagai berikut :

    (Harga Jual – Harga Beli) x contract size x lot = Perhitungan profit / loss

    Contoh :
    1. Buy 3 lot standard EUR/USD 1.2000
      Sell (liquid) 3 lot EUR/USD 1.2010

      Profit = (1.2010 - 1.2000) x 100.000 x 3 = $300

    2. Sell 1 lot standard GBP/USD 2.0001
      Buy (liquid) 1 lot GBP/USD 2.0000

      Profit = (1.2001 - 1.2000) x 100.000 x 1 = $10
    Khusus mata uang yang berakhiran /USD, ada cara perhitungan mudah yaitu :
    Dari kesimpulan di atas, maka berarti keuntungan 1 point untuk standard lot (100K) mata uang berakhiran /usd profitnya adalah $10. Sedangkan nilai 1 point untuk 1 lot mini (10K) adalah $1 dan untuk micro lot (1K) per point bernilai $0.1

    Untuk mata uang Indirect Rates misalnya (USD/JPY, USD/CHF, dan USD/CAD) cara perhitungan profit/loss adalah sebagai berikut :

    [ (Harga Jual – Harga Beli) / Harga Likuidasi ] x contract size x lot = Perhitungan profit / loss

    Contoh :
    1. Buy 1 lot standard USD/JPY 110.00
      Sell (liquid) 1 lot USD/JPY 110.01

      Profit = [ (110.01 - 110.00) / 110.01 ] x 100.000 x 1 = $9.09

    Untuk mata uang Cross Rates misalnya (GBP/JPY, EUR/JPY, AUD/JPY, EUR/GBP,dan GBP/CHF) cara perhitungan profit/loss adalah sebagai berikut :

    {[(Harga Jual – Harga Beli) x Rate Base Currency Saat Ini] / Rate Pair Saat Ini} x contract size x lot = Perhitungan profit / loss

    Contoh :
    1. Sell 1 lot EUR/GBP pada harga 0.6760 (EUR/USD merupakan base currency dari EUR/GBP, karena bagian depan EUR/GBP adalah Base Currency)
      Buy (Liquid) EUR/GBP pada harga 0.6750
      Rate EUR/USD : 1.1840

      Profit = {[(0.6760 – 0.6750) x 1.1840] / 0.6750} x 100.000 = $175,4

    Margin dan Leverage
    Istilah leverage (faktor pengungkit, biasanya dalam rasio 1:50, 1:100, 1:250, atau 1:500) dalam forex margin trading berarti jika anda ingin trading sebesar $10.000, anda tak perlu menyediakan $10.000 tapi cukup ,menyediakan margin $100 (leverage 1:100) sebagai dana jaminan kepada broker anda.

    Jadi margin dapat diartikan jaminan yang ditahan sementara oleh broker sewaktu anda melakukan trade. Margin akan segera dikembalikan ke account anda setelah anda menutup/liquid posisi yang anda buka.

    Misalnya anda memiliki cash $1000 di broker yang memiliki Leverage 1:100. Artinya anda dapat trading dengan jumlah hingga mendekati $100.000 (atau hampir 100X lipat modal anda). Hal ini juga berarti bahwa untuk menggunakan contract size $100.000 anda memerlukan 1% margin yaitu $1000.

    Contoh lain : Anda memiliki modal $500 dan broker anda memiliki leverage 1:100, maka bila anda ingin buy menggunakan 1 lot mini (10.000) maka margin yang ditahan adalah sebesar 1% dari jumlah contract sizenya (10.000) yaitu (1% x 10.000) atau menggunakan margin $100.

    Artinya modal anda yang akan ditahan sementara dan dijadikan jaminan / margin oleh broker adalah sebesar $100, sisanya $400 digunakan untuk menahan loss anda.
    Dan bila suatu saat anda telah melikuidasi posisi tersebut maka margin yang $100 tadi akan dikembalikan kepada anda.

    Keuntungan dari leverage adalah dengan modal lebih kecil anda dapat bertrading dengan jumlah contract size / lot yang sama dengan jika anda tak menggunakan Leverage.

    Atau dapat dikatakan, dengan modal yang sama besar, Anda dapat menggunakan contract size lebih besar daripada tak menggunakan Leverage. Maka dengan modal sama, anda memiliki peluang mendapatkan profit per pip yang lebih besar.

    Dengan Leverage atau Tanpa Leverage ?

    Leverage Kebutuhan Margin Margin Yang Digunakan Contract Size Profit
    1:1 (tanpa leverage) 100 % $1,000 $1000 $0.1/pip
    1:100 1 % $10 $1000 $0.1/pip


    Leverage Besar atau Kecil ?

    Leverage Kebutuhan Margin Margin Yang Digunakan Contract Size Profit
    1:100 1 % $1,000 $100,000 $10/pip
    1:200 0.5 % $1,000 $200,000 $20/pip
    1:500 0.2 % $1,000 $500,000 $50/pip


    Cara Perhitungan Margin

    Ada 3 jenis Pasangan Mata Uang (Pair) :
    1. Direct Rates
      Adalah Pair dengan USD sebagai counter currency (USD terletak di belakang), contoh : GBP/USD, EUR/USD, AUD/USD, dan NZD/USD
    2. Indirect Rates
      Adalah Pair dengan USD sebagai base currency (USD terletak di depan), contoh : USD/JPY, USD/CHF, dan USD/CAD
    3. Cross Rates
      Adalah Pair yang tidak mengandung USD, contoh : GBP/JPY, EUR/JPY, AUD/JPY, EUR/GBP, dan GBP/CHF
    Cara Perhitungan Margin Direct Rates (GBP/USD, EUR/USD, AUD/USD, dan NZD/USD):

    Persentase Margin x Contract Size x Lot x Harga Sekarang = Margin

    Contoh :
    1. Sell 3 mini lot GBP/USD pada harga Bid 2.0000 (Ingat open Sell menggunakan harga bid!)
      0.01 x 10.000 x 3 x 2.0000 = $600 (Leverage 1:100)
      0.002 x 10.000 x 3 x 2.0000 = $120 (Leverage 1:500) -> Kebutuhan margin lebih sedikit daripada 1:100!
    Cara Perhitungan Margin Indirect Rates (USD/JPY, USD/CHF, dan USD/CAD):

    Persentase Margin x Contract Size x Lot = Margin

    Contoh :
    1. Buy 2 mini lot USD/JPY pada harga Ask 110.00 (Ingat open Buy menggunakan harga ask!)
      0.01 x 10.000 x 2 = $200 (Leverage 1:100)
      0.002 x 10.000 x 2 = $40 (Leverage 1:500) -> Kebutuhan margin lebih sedikit daripada 1:100!
    Cara Perhitungan Margin Cross Rates (GBP/JPY, EUR/JPY, AUD/JPY, EUR/GBP, dan GBP/CHF):

    Persentase Margin x Contract Size x Lot x Harga Tengah(*) Sekarang = Margin

    Harga Tengah(*) = (Harga Bid + Harga Ask ) / 2

    (Jangan lupa Base Currency merupakan Currency dasar yang terletak di depan pair. Misalnya pair EUR/GBP -> EUR merupakan BASE Currency, GBP merupakan QUOTE Currency)

    Contoh :
    1. Buy 1 mini lot EUR/GBP pada harga Ask 0.8020 (Ingat open Buy menggunakan harga ask!)
      Harga Bid/Ask EUR/USD 1.5800/02 (karena Base Currency adalah EUR, maka harga yang dipakai adalah harga EUR/USD)

      Harga tengah EUR/USD = (1.5800 + 1.5802) / 2 = 1.5801

      0.01 x 10.000 x 1 x 1.5801 = $158.01 (Leverage 1:100)
      0.002 x 10.000 x 1 x 1.5801 = $31.60 (Leverage 1:500) -> Kebutuhan margin lebih sedikit daripada 1:100!
    Dari contoh di atas tampak bahwa dengan menggunakan Leverage yang lebih besar, margin / modal yang dibutuhkan untuk jaminan adalah lebih sedikit

    Fungsi Leverage Terhadap Ketahanan Margin
    Sebagai contoh deposit modal awal anda sebesar $300. Jika anda membuka 1 posisi trading mini lot (10000) membutuhkan margin : 10000 (mini lot) x 0.002 (leverage 1:500) = $20. Maka modal yang ditahan sementara sebagai jaminan (margin) untuk membuka 1 mini lot gbp/usd adalah $20. Jadi sisa margin anda untuk menahan loss adalah : $300 - $20 = $280.

    Profit dari mata uang gbp/usd untuk mini lot (10000) adalah $1 per point(pip). Maka dengan contoh di atas (margin yang tersisa adalah $280) dapat dihitung kekuatan anda untuk menahan loss adalah $280 (margin yang tersisa) dibagi dengan profit per point(pip) = 1 yaitu : 280 / 1 = 280 point. Jadi kekuatan untuk menahan loss maksimal (sebelum terjadi margin call) adalah 280 point dengan asumsi mata uang yang anda gunakan adalah gbp/usd dengan profit $1/point.

    Bandingkan dengan leverage 1:100 yang berarti anda harus menyediakan modal margin sebesar 10000 x 0.01, yaitu : $100 untuk membuka 1 posisi mini lot (10000) mata uang gbp/usd. Margin yang tersisa untuk menahan loss adalah 300 - 100 = 200. Profit per point gbp/usd mini lot adalah $1. Sehingga kekuatan anda untuk menahan loss adalah 200 / 1 = 200 point saja.

    Kesimpulannya : Leverage berfungsi melipatgandakan nilai profit anda dengan modal awal yang relatif kecil, sekaligus meningkatkan kekuatan anda menahan loss.

    Target Profit, Stop Loss, dan Trailing Stop
    Target profit adalah order untuk melikuidasi suatu posisi secara otomatis pada harga tertentu ketika trader telah memperoleh sejumlah profit.
    • Bila anda Open Buy/Long maka target terletak di ATAS harga anda membuka posisi Open Buy/Long.
      (Ingat ! Open Buy/Long menggunakan harga ASK sedangkan Target maupun Stop Loss berdasarkan harga BID)

      Contoh : Buy EUR/USD 1.2000, Target Profit 1.2050 (untuk target 50 point profit)

    • Bila anda Open Sell/Short maka target terletak di BAWAH harga anda membuka posisi Open Sell/Short.
      (Ingat ! Open Sell/Short menggunakan harga BID sedangkan Target maupun Stop Loss berdasarkan harga ASK)

      Contoh : Sell EUR/USD 1.2050, Target Profit 1.2000 (untuk target 50 point profit)
    Stop Loss adalah order untuk melikuidasi suatu posisi secara otomatis pada harga tertentu untuk membatasi kerugian yang mungkin terjadi jika market bergerak berlawanan dengan posisi trader.
    • Bila anda Open Buy/Long maka stop loss terletak di BAWAH harga anda membuka posisi Open Buy/Long.
      (Ingat ! Open Buy/Long menggunakan harga ASK sedangkan Target maupun Stop Loss berdasarkan harga BID)

      Contoh : Buy EUR/USD 1.2050, Stop Loss 1.2000 (untuk stop loss 50 point loss)

    • Bila anda Open Sell/Short maka stop loss terletak di ATAS harga anda membuka posisi Open Sell/Short.
      (Ingat ! Open Sell/Short menggunakan harga BID sedangkan Target maupun Stop Loss berdasarkan harga ASK)

      Contoh : Sell EUR/USD 1.2000, Stop Loss 1.2050 (untuk stop loss 50 point loss)
    Stop Loss dapat juga berfungsi untuk melindungi profit yang telah anda dapatkan (lock profit). Caranya yaitu dengan mengubah posisi stop loss ke atas (untuk Buy) atau ke bawah (untuk Sell).

    Contoh :
    Seorang trader melakukan Open Buy pada posisi 2.0000, TP (Take Profit) pada level 2.0050, SL (Stop Loss) pada level 1.9970. Setelah beberapa saat, harga telah bergerak ke arah yang diharapkan (naik) pada posisi 2.0040. Dalam hal ini trader tersebut berada pada posisi floating profit (posisi open dan dalam keadaan profit) sebesar 40 point. Untuk melindungi profit sebanyak 20 points, trader tersebut dapat memindah stop loss pada harga open + 20 point, yaitu 2.0020. Mengapa 20 point ? Syaratnya adalah profit yang ingin anda lock, harus lebih kecil dari floating profit saat ini (20 <>Setelah menginput Take Profit dan Stop Loss, maka data tersebut akan tersimpan pada server Broker Forex. Jadi anda tak perlu khawatir dan bisa setiap saat mematikan komputer / memutus koneksi internet. Take Profit dan Stop Loss akan tetap berfungsi TANPA harus menyalakan komputer dan terhubung dengan broker forex via internet

    Posisi Target Profit Stop Loss
    Buy (Long) Lebih Tinggi dari Harga Open (berdasarkan harga bid) Lebih Rendah dari Harga Open (berdasarkan harga bid)
    Sell (Short) Lebih Rendah dari Harga Open (berdasarkan harga ask) Lebih Tinggi dari Harga Open (berdasarkan harga ask)

    Trailing Stop adalah fasilitas yang disediakan oleh broker forex yang dapat mengubah stop loss untuk mengunci profit secara otomatis dalam kelipatan jumlah tertentu. Trailing Stop merupakan pengembangan dari stop loss.

    Trailing Stop umumnya hanya akan berfungsi bila posisi trader TELAH PROFIT LEBIH DARI NILAI MINIMUM TERTENTU yang telah ditentukan broker (misalnya minimum 15 point). (PENTING: Umumnya trailing stop berjalan secara lokal pada komputer anda, bukan pada server broker! Bila komputer anda mati, trailing stop juga menjadi tak aktif)

    Jadi bila anda belum profit lebih dari jumlah minimum trailing stop yang anda set, berarti posisi anda masih BERBAHAYA (kecuali anda telah menggunakan stop loss). Jadi sebaiknya anda set stop loss dahulu, kemudian bila perlu dapat ditambahkan fitur trailing stop sebagai pelengkap. Dengan menggunakan fitur ini anda akan terhindar dari loss jika profit anda telah melebihi batas minimum trailing stop.

    Contoh :
    Buy EUR/USD 1.2050, Stop Loss 1.2000, Trailing Stop 15 point.
    Bila harga BID sekarang telah berada pada 1.2070 (telah profit 20 point) maka trailing stop akan mengubah stop loss ke harga 1.2055 (20 point profit dikurangi 15 point, yaitu profit +5 point). Artinya profit anda telah dilock 5 point (pada posisi stop loss baru yang berada pada 1.2055).

    Point A : Dan bila harga ternyata bergerak turun ke 1.2055 maka otomatis akan terlikudasi pada profit 5 point. Artinya anda sudah tak mungkin loss lagi karena telah dilock.

    Tetapi bila harga tidak turun (sesuai point A) melainkan harga terus naik dari 1.2050 ke 1.2095 (telah profit 45 point) maka trailing stop akan mengubah stop loss ke harga 1.2080 (45 point profit dikurangi 15 point, yaitu profit +30 point). Artinya profit anda telah dilock 30 point (pada posisi stop loss baru yang berada pada 1.2080).

    Margin Call
    Margin call berarti likuidasi secara "paksa" yang dilakukan oleh broker karena account anda tak memiliki dana yang cukup untuk mengcover/menutupi posisi anda yang merugi.

    Dasar untuk menentukan Margin Call biasanya ada 2 (bergantung peraturan setiap broker):
    1. Margin Level
      Sistem margin level digunakan pada platform MetaTrader. (Silahkan melakukan order dengan demo account agar anda lebih memahami perhitungan margin pada platform MetaTrader)

      Rumus perhitungan margin level adalah :

      Margin Level = Equity / Margin yang digunakan

      Equity = Margin + Free Margin + Profit - Loss

      Balance = Modal aktual saat ini (belum dikurangi profit & loss)

      Equity merupakan Balance anda setelah ditambah/dikurangi profit & loss

      Pada saat semua posisi clear (tak ada open), maka Balance = Equity. Karena Margin yang digunakan=0, Profit/Loss=0, sehingga Free Margin menjadi sama dengan Balance. (Lihat rumus Equity di atas!). Free Margin merupakan dana yang bisa anda withdraw bila ada posisi open (sisakan dana free margin secukupnya untuk menahan loss dan mencegah Margin Call)

      Misalnya broker menentukan Margin Call terjadi jika Margin Level 5% (contoh : FCMarket.com), maka bila "Margin yang digunakan" x 5% = Equity, margin call akan terjadi. (satu per satu posisi open akan ditutup otomatis oleh broker hingga dana trader cukup untuk mengcover loss).

      Pada platform MetaTrader, seorang trader tak perlu menghitung Margin Level secara manual, karena bila ada open posisi otomatis Margin Level akan nampak pada Tab “Trade” dalam satuan persen (%). Yang perlu trader lakukan adalah menjaga agar Margin Level tidak mendekati batas Margin Call broker. (misalnya 5%)

    2. Modal awal – Margin – Loss = 0
      Ada juga broker yang menentukan margin call bila Modal awal – Margin yang digunakan – Loss total = 0. (Hal ini juga dapat anda bayangkan bahwa broker tersebut menggunakan Margin Level 100% bila menggunakan cara perhitungan MetaTrader)

      Deposit modal awal sebesar $300. Jika seorang trader membuka 1 posisi trading GBP/USD mini lot (10000) membutuhkan margin : 10000 (mini lot) x 0.002 (leverage 1:500) x 2.0000 = $40. Maka modal yang ditahan sementara sebagai jaminan (margin) untuk membuka 1 mini lot gbp/usd adalah $40. Jadi sisa margin trader tersebut untuk menahan loss adalah : $300 - $40 = $260

      Bila floating loss (rugi) anda mencapai $260 maka tak ada margin / dana tersisa untuk menahan loss, sehingga satu per satu posisi anda akan ditutup otomatis oleh broker. Kemudian margin $40 yang dilock sementara sebagai jaminan untuk open 1 posisi GBP/USD tersebut, akan kembali masuk ke account anda setelah posisi tersebut clear / close sehingga margin anda tersisa $40 saja).
    Perhitungan Interest / Swap / Rollover / Bunga Menginap
    Interest / Swap / Rollover / Bunga Menginap merupakan bunga yang didapat atau harus dibayar trader jika ada posisi open melebihi 1 hari trading. Batas 1 hari trading adalah jika posisi tersebut tidak ditutup hingga waktu penutupan Pasar Forex dunia, yaitu pada saat closing Pasar New York pada pukul 17.00 (waktu New York).

    Untuk mengkonversi waktu New York ke waktu local anda, silahkan masuk ke : http://www.timeanddate.com/worldclock/timezone.html?n=179

    Ketika melakukan trading forex, hari aktual yang digunakan adalah 2 hari ke depan. Contoh : Trading pada hari Kamis maka hari aktualnya adalah Senin (bunga dihitung 1 hari). Trading pada hari Jumat maka hari aktualnya adalah Selasa (bunga dihitung 1 hari), dan seterusnya. Sedangkan khusus untuk hari Rabu, hari aktualnya adalah 3 hari, yaitu Jumat, Sabtu, dan Minggu. (bunga dihitung 3 hari). Meskipun hari Sabtu dan Minggu pasar forex tutup, bunga dihitung 3 hari sebagai kompensasi libur trading.

    Pada perhitungan bunga : Trader akan mendapatkan bunga positif jika mata uang yang dibeli memiliki suku bunga lebih besar daripada yang dipinjam

    Contoh :
    Pair USD/JPY. Suku Bunga USD = 5.25% , Suku Bunga JPY = 0.5%
    Buy USD/JPY artinya trader membeli USD dengan cara meminjam JPY. Karena suku bunga mata uang yang dibeli (USD) lebih besar dari yang dipinjam (JPY), maka trader akan mendapatkan bunga sebesar : 5.25% - 0.5% = 4.75% Bila trader melakukan Sell USD/JPY (berarti meminjam USD dan membeli JPY), maka akan dikenakan charge sebesar : -5.25% + 0.5% = -4.75%

    Contoh 2 :
    Pair EUR/USD. Suku Bunga EUR= 3.75%, Suku Bunga USD = 5.25%
    Buy EUR/USD artinya trader membeli EUR dengan cara meminjam USD. Karena suku bunga mata uang yang dibeli (EUR) lebih kecil dari yang dipinjam (USD), maka trader akan dikenakan charge sebesar : 3.75% - 5.25% = -1.5% Bila trader melakukan Sell EUR/USD (berarti membeli USD dan meminjam EUR), maka akan mendapatkan bunga sebesar : -3.75% + 5.25% = 1.5%

    Setiap Broker forex umumnya menyediakan list suku bunga (per hari) untuk setiap pair yang digunakan. List tersebut biasanya mencantumkan bunga yang dikenakan untuk posis Buy dan Sell. (bisa dalam $ atau dalam point). Jika dalam point maka trader harus mengconvert dulu menjadi dollar dengan cara menghitung nilai per point pair yang bersangkutan.

    Teknik Hedging
    Hedging adalah suatu keadaan dimana kita membuka 2 posisi berlawanan dengan mata uang dan jumlah lot yang sama. Seringkali hedging dipergunakan jika harga berbalik arah dan trader tak ingin kerugian bertambah besar tanpa cut loss (menutup posisi tersebut meskipun rugi). Pada umumnya, mereka menggunakan teknik ini tanpa stop loss. Istilah lain dari hedging adalah locking.

    Contoh : Seorang trader open Buy EUR/USD 1 lot lalu harga bergerak tak sesuai harapan (turun) dan posisi masih floating loss (rugi mengambang) 20 point, trader tersebut dapat melakukan open Sell EUR/USD 1 lot pada mata uang yang sama sehingga kerugian tersebut dilock hanya 20 point. Meskipun harga bergerak ke arah manapun, floating loss tetap 20 point

    Teknik Average
    Averaging adalah salah satu cara untuk meminimalkan kekalahan dengan cara membuka posisi sejenis pada level yang berbeda. Tujuan dari averaging ini adalah menggunakan rata-rata dari perbedaan level harga yang diorder untuk meminimalkan loss.

    Contoh : Seorang trader open Buy EUR/USD 1 lot pada harga 2.0100, tetapi harga bergerak turun ke level 2.0000 sehingga mengalami floating loss -100 point. Trader tersebut dapat melakukan averaging dengan cara membuka posisi Buy EUR/USD 1 lot pada harga 2.0000 saat itu juga. Hal ini berarti ada 2 open posisi. Posisi pertama floating loss -100 point. Posisi kedua 0 point. (asumsi tanpa memperhitungkan spread).

    Bila kemudian harga bergerak naik menuju 2.0050 maka posisi pertama floating loss -50 point, posisi kedua profit 50 point. Secara total kedua posisi tersebut impas (BEP). Ketika harga bergerak naik di atas level 2.0050. Maka berarti trader tersebut telah profit. Oleh:belajarforexpro