Sabtu, 24 Januari 2009

Dimana Tempat Online Trading Forex?

Pada saat ini forex trading sudah sangat mudah untuk dilakukan oleh siapapun dan dari manapun. Dengan modal komputer yang tersambung ke internet, Anda sudah bisa melakukan trsansaksi bisnis forex trading baik dari rumah, kantor, warnet, dan darimana saja yang penting ada fasilitas sambungan internet.


Forex trading merupakan pasar terbesar di dunia diukur berdasarkan nilai total transaksi. Dengan transaksi yang begitu besar setiap hari, hal ini tentu menawarkan keuntungan yang sangat besar pula serta merupakan salah satu kesempatan menarik untuk mendapatkan penghasilan secara online.

Untuk mulai belajar forex trading, Anda sangat disarankan untuk menggunakan "Demo Account" (virtual trading) terlebih dahulu sampai mahir dan familiar dengan forex trading. Setelah itu Anda juga harus melatih mental trading Anda dengan "Live Trading". Akan sangat berbeda sekali kondisi psikologis bila trading dengan Live Account.

Untuk melatih teknis dan mental trading Anda dengan resiko minim, Saya sarankan Anda menggunakan broker online Marketiva Corp/ www.marketiva.com

Kenapa harus Marketiva Corporation?
Transaksi real maupun belajar Forex Trading di Marketiva adalah pilihan terbaik bagi para calon trader dalam mengembangkan ilmu dan pengalaman. Di Marketiva, Anda tidak perlu lagi memikirkan modal untuk melakukan forex trading, karena Anda mendapatkan hadiah gratis uang $5 untuk "live trading" dan $10,000 virtual money untuk simulasi dengan kondisi pasar yang sesungguhnya.

Marketiva juga mengizinkan kita untuk memulai bisnis real forex dengan modal $1. Padahal kebanyakan forex broker yang lain hanya menerima dana di atas $500 untuk bertransaksi forex trading di tempat mereka. Oleh karena itu Marketiva cocok bagi anda yang memiliki modal kecil tapi ingin langsung belajar dan memperdalam transaksi forex sesungguhnya.

Belajar forex trading dengan metode belajar sambil praktek akan membuat Anda lebih cepat memahami segala hal tentang forex trading. Untuk mendukung pengetahuan anda, anda bisa membaca e-book tentang forex, yang bisa anda download, mengikuti forum dan mailing list. Yang semuanya gratis buat anda.

Note: Keuntungan Trading Forex di Marketiva:
  • Gratis bonus $ 5 langsung di live account saat mendaftar
  • Bebas Komisi
  • Bebas Bunga (0% Overnight Interest)
  • Real Time Quotes, Charts and News
  • Bisa Hedging/Lock (lindung nilai)
  • Modal Bebas dan Tanpa Initial Deposit
  • Jarak (Spread) Sell/Buy yang rendah
  • Bisa Trailing Stop (manual)
  • Jarak Stop atau Limit kurang dari 2 pips
  • Tersedia pula fasilitas utk otomatis order maupun untuk manual order
  • Contract Size bebas dan fleksibel
  • Fasilitas Chat dan Diskusi online
  • Mudah digunakan dan tidak rumit
  • Mendukung Mini Forex dan Regular
  • Free Trading Signals
  • Layanan Live Support 24 jam
  • Mendukung Pembayaran Bank Wire, Web Money, Liberty Reserve dan E-Bullion,
  • Legal dan Aman

Fundamental Analysis in Forex Trading

www.learnforexpro.com | Learn Forex Trading
Fundamental Analysis Apakah Analisis Fundamental (Fundamental Analysis) itu ?
Analisis Fundamental (Fundamental Analysis) memprediksi pergerakan harga dengan menterjemahkan berbagai informasi keadaan ekonomi, termasuk berita, laporan dan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, dan juga rumor.

Pada Analisis Fundamental (Fundamental Analysis), pergerakan harga yang drastis terjadi apabila ada peristiwa-peristiwa yang tidak terduga. Peristiwa tersebut bisa berupa kenaikan/penurunan suku bunga dari bank central, sampai peristiwa politik ataupun perang. Contohnya adalah peristiwa 9/11. Ketika peristiwa 9/11 terjadi, rate USD melemah dikarenakan setiap orang memperkirakan peristiwa tersebut akan berpengaruh besar terhadap US sehingga besar kemungkinan USD melemah. Kejadian ini menyebabkan banyak pelaku pasar menjual USD. Imbasnya rate USD benar-benar turun drastis.

Bagaimana Cara Trade Forex Berdasarkan News (News Trading)
Pada dasarnya, Trading Forex berdasarkan news (News Trading) merupakan teknik trading dengan cara membandingkan selisih hasil aktual economic news dengan nilai forecast (prediksi) dari news tersebut.

Umumnya jika selisih antara nilai aktual dan nilai forecastnya cukup besar, maka pergerakan harga akan lebih drastis daripada jika selisihnya sedikit atau sesuai dengan prediksi. Tapi sekali lagi, ada faktor-faktor lain yang perlu anda perhatikan bila ingin menggunakan teknik News Trading

Faktor-faktor penting yang perlu diperhatikan untuk News Trading:
  1. Jenis-jenis economic news apa saja yang dianggap penting oleh pasar dan berpotensi menyebabkan pergerakan harga yang cukup besar (drastis). Semakin penting maka biasanya pergerakan harga yang terjadi juga semakin besar
  2. Berapa besar selisih nilai aktual dan forecast (prediksi) dari news. Semakin besar selisih nilai aktual dengan forecast, semakin besar pula pergerakan harga yang terjadi
  3. Range High-Low Daily (Range Harian) beberapa saat sebelum news diumumkan. Semakin kecil range harian dari mata uang yang bersangkutan sebelum pengumuman news, biasanya pergerakan harga relatif lebih besar
  4. Jenis Pair mata uang yang anda gunakan, Spread yang membesar, dan Slippage. Ada pair tertentu yang sedikit "aneh", karena meskipun ada news yang seharusnya cukup penting untuk pair tersebut, tapi tidak terjadi pergerakan harga yang cukup besar, bahkan ada kalanya harga hampir tak bergerak. Ada broker forex tertentu yang sengaja membesarkan spread sewaktu pengumuman news penting. Juga seringkali terjadi slippage (harga yang tak sesuai) antara harga yang anda order dengan yang anda dapatkan.

Economic News Penting yang berpotensi menyebabkan pergerakan harga pasar
Pengumuman Suku Bunga (Interest Rate Statement)
Pertumbuhan/Perubahan Ketenagakerjaan (Employment Change)
Nilai GDP (Gross Domestic Product)
Neraca Perdagangan (Trade Balance)
Tingkat Inflasi Harga Konsumen (Consumer Price Index)
Tingkat Penjualan Retail (Retail Sales)
Tingkat Pesanan Bahan Durable (Durable Goods Order)

Teknik Trading Forex Berdasarkan News (News Trading)
Ada 2 cara yang sering digunakan trader untuk trade forex berdasarkan news (News Trading):
  1. Menggunakan Stop Buy dan Stop Sell Order
    Teknik ini dilakukan dengan menggunakan Stop Buy dan Stop Sell pending order sebelum news penting diumumkan. Keuntungannya adalah jika harga bergerak tidak sesuai prediksi, masih memungkinkan untuk mendapat profit. Resikonya dapat diminimalkan dengan cara menginput stop loss yang disesuaikan dengan jenis news tersebut.

    Kelemahan dari teknik ini adalah jika terjadi whipsaw, yaitu ketika pasar bergerak tak beraturan ke 2 arah yang berbeda secara cepat (contoh : harga naik, turun, dan naik lagi dalam waktu yang relatif singkat)

  2. Trade Langsung di harga pasar pada saat news diumumkan.
    Teknik ini dilakukan dengan cara membandingkan selisih nilai aktual dan forecast dari news tertentu. Jika selisihnya cukup besar maka trader akan langsung open buy atau sell pada harga market.

    Keuntungan dari teknik ini adalah kemungkinan untuk mendapatkan profit yang lebih besar daripada teknik 1 di atas.

    Kelemahannya adalah jika pergerakan pasar tidak berlangsung semestinya, maka trader yang bersangkutan akan mengalami loss yang cukup besar karena tak ada stop loss untuk melindungi posisinya tersebut. Jika anda ingin menggunakan teknik ini maka sebaiknya broker forex anda memiliki eksekusi instan dan anda memiliki sumber news yang sangat baik. Bagi anda yang masih pemula, sebaiknya jangan menggunakan teknik ini karena sangat beresiko. Oleh:belajarforexpro

Technical Vs Fundamental Analysis

www.learnforexpro.com | Learn Forex Trading
Technical Analysis | Fundamental Analysis | Forex (Valas) Analysis Para trader membuat keputusan menggunakan dua Analisis yaitu Analisis Teknikal (Technical Analysis) dan Analisis Fundamental (Fundamental Analysis).
Analisis Teknikal (Technical Analysis) menggunakan chart, trend line, indikator seperti : Moving Average, Moving Average Convergence Divergence (MACD), Relative Strenght Index (RSI), Bolinger Band, Fibbonaci, Camarilla, Pivot point, pattern/pola candlestick dan Analisis matematis lainnya untuk mempelajari peluang pasar.
Sementara Analisis Fundamental (Fundamental Analysis) memprediksi pergerakan harga dengan menterjemahkan berbagai informasi keadaan ekonomi, termasuk berita, laporan dan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, dan juga rumor.

Analisis Teknikal (Technical Analysis) dan Analisis Fundamental (Fundamental Analysis). Manakah yang lebih baik ?
Marilah kita kembali ke dasar dari forex trading. Apakah yang menyebabkan pergerakan harga ?
Jawabannya adalah : Harapan dan spekulasi dari pasar ! Berita bukanlah penyebab pergerakan harga. Di lain pihak, indikator / perhitungan matematis juga bukan merupakan penggerak harga.

Pada Analisis Teknikal (Technical Analysis), ketika trader berpedoman pada grafik, sebagai contoh garis trend line dan MACD telah menunjukkan bahwa harga telah menembus garis trend line dan garis-garis pada MACD telah perpotongan. Dan bila kemudian harga naik, hal ini tidak berarti bahwa pola indikator-indikator tersebut yang menyebabkan pergerakan harga! Tetapi dikarenakan banyak trader perpatokan pada garis- garis tersebut. Pada saat itu, mereka melakukan hal yang sama (membeli/LONG) sesuai teori dari indikator yang bersangkutan. Inilah yang menyebabkan harga benar-benar naik sesuai prediksi dari indikator.
Intinya, indikator hanyalah sebagai follower / pengikut dan bukan sebagai penyebab pergerakan harga.

Pada Analisis Fundamental (Fundamental Analysis), pergerakan harga yang drastis terjadi apabila ada peristiwa-peristiwa yang tidak terduga. Peristiwa tersebut bisa berupa kenaikan/penurunan suku bunga dari bank central, sampai peristiwa politik ataupun perang. Contohnya adalah peristiwa 9/11. Ketika peristiwa 9/11 terjadi, rate USD melemah dikarenakan setiap orang memperkirakan peristiwa tersebut akan berpengaruh besar terhadap US sehingga besar kemungkinan USD melemah. Kejadian ini menyebabkan banyak pelaku pasar menjual USD. Imbasnya rate USD benar-benar turun drastis.

Pertanyaan sesungguhnya adalah seberapa banyak uang yang diperdagangkan berdasarkan Analisis Teknikal (Technical Analysis) dan Analisis Fundamental (Fundamental Analysis) ?
Pada umumnya, bank-bank besar, hegde fund, dan institusi keuangan besar lainnya menggunakan dasar Analisis Fundamental (Fundamental Analysis). Dan karena mereka adalah pemegang sebagian besar uang di seluruh dunia, maka bila mereka melakukan trade, maka harga akan bergerak sesuai dengan apa yang mereka lakukan. Hal ini sesuai dengan hukum ekonomi, sebagai contoh bila ada banyak pembeli USD, maka jumlah USD yang beredar di pasaran akan berkurang, menyebabkan harga USD naik.

Bagaimana dengan trader-trader yang menggunakan Analisis Teknikal (Technical Analysis) ? Dapat dipastikan mereka tak memiliki jumlah uang sebanyak institusi-institusi keuangan di atas (walaupun digabungkan secara total). Ditambah lagi beragamnya indikator teknikal yang berjumlah ratusan dan timeframe yang berbeda-beda. Hal ini menyebabkan setiap indikator dan timeframe tsb menghasilkan prediksi yang amat bervariasi.

Tips-tips bagi trader yang menggunakan Analisis Teknikal (Technical Analysis) dan Analisis Fundamental (Fundamental Analysis)
Bagi anda yang menggunakan Analisis Teknikal (Technical Analysis), tips yang kami berikan adalah : Hanya gunakan indikator-indikator umum yang banyak digunakan oleh para trader dan hanya trade sewaktu tak ada berita ekonomi penting.
Bagi anda yang menggunakan Analisis Fundamental (Fundamental Analysis), tips yang kami berikan adalah : sabar, disiplin, hanya trade sewaktu ada berita ekonomi penting dan pastikan waktu / jam yang anda gunakan adalah benar-benar tepat.Oleh:belajarforexpro

Forex Tutorial

Trading FOREX (Foreign Exchange) atau yang lebih dikenal dengan Valas (Valuta Asing) merupakan suatu jenis transaksi yang memperdagangkan mata uang (currency) suatu negara terhadap mata uang (currency) negara lainnya. Dengan rata-rata volume harian sebesar US$2 triliun, Market Forex 46 kali lebih besar daripada semua gabungan pasar saham dan karena itu disebut pasar paling liquid di dunia. Forex Market adalah pasar yang buka selama 24 jam secara berkesinambungan

Bagaimana Cara Kerja Forex ?
Trading Forex (Valas) merupakan pertukaran 1 mata uang terhadap mata uang lainnya dengan tujuan untuk mendapatkan profit (keuntungan) dari perbedaan nilai mata uang. Sebagai contoh :

Seorang trader mendapatkan keuntungan dari transaksi BUY Poundsterling (Great Britain Pounds/GBP)

Apa Yang Dilakukan Trader Great Britain Pounds (GBP) US Dollars (USD)
Seorang Trader membeli 10.000 pounds pada awal February 2007 ketika harga GBP/USD 1.9800. (Buy GBP/USD) +10,000 -19,800 *
Keesokan harinya, Trader tersebut menukarkan kembali 10,000 pounds itu menjadi US dollar pada harga 2.0000.(Sell GBP/USD) -10,000 +20,000 **
Pada contoh ini, Trader tersebut mendapatkan keuntungan kotor $200. 0 +200

* $10,000 x 1.9800 = US $19,800
(Trader tersebut membeli GBP 10.000 dengan cara menjual US$ 19.800)
** $10,000 x 2.0000 = US $20,000
(Trader tersebut menjual GBP 10.000 dengan cara membeli US$ 20.000)

Action Arti
Buy EUR/USD Membeli EUR dengan cara menjual USD
Sell EUR/USD Menjual EUR untuk membeli USD


Pasangan Mata Uang (Currency Pair)
Mata uang (Currency) selalu berupa pasangan atau pair karena setiap melakukan transaksi forex berarti anda membeli suatu mata uang dan sekaligus menjual mata uang lainnya. Misalnya rate/kurs untuk pair GPB/USD adalah GPB/USD=1.8500, artinya 1 pound GBP adalah 1,85 USD.

Cross Rate adalah pasangan mata uang (pair) yang tak mengandung mata uang resmi suatu negara di mana mata uang tersebut diperdagangkan, misalnya transaksi forex dilakukan di Amerika (mata uang resminya adalah USD). Artinya pasangan mata uang yang tidak mengandung USD merupakan cross rate dari USD. Contohnya adalah GBP/JPY, EUR/GBP, dll. Pair yang tidak mengandung USD dan melibatkan EUR dinamakan euro cross seperti EUR/GBP.

Pasangan Mata Uang (Pair) terdiri dari 2 quote mata uang yang berbeda. Mata Uang yang terletak di sebelah kiri adalah base currency. sebagai contoh pada pair GBP/USD maka GBP disebut base currecy. Sedangkan USD adalah quote currency atau counter currency.

Sebagai contoh adalah pada quote EUR/USD 1.2500, di mana EUR sebagai base currecy dan USD sebagai quote currency. Artinya EUR 1 bernilai US$ 1,25.

Bila quote bergerak dari EUR/USD 1.2500 menjadi EUR/USD 1.2510, maka Euro menguat dan US dollar melemah. Begitu juga sebaliknya bila quote bergerak dari EUR/USD 1.2500 menjadi EUR/USD 1.2490, maka Euro melemah dan US dollar menguat

Pair Mata Uang Grafik (Chart) bergerak EUR (base) USD (quote)
EUR/USD Naik Menguat Melemah
EUR/USD Turun Melemah Menguat

Bila anda BUY EUR/USD maka berarti anda membeli base currency (EUR) dan pada saat yang sama menjual quote currency (USD). Jika anda SELL EUR/USD maka berarti anda menjual base currency (EUR) dan saat yang sama membeli quote currency (USD).

Buy EUR/USD -> Buy EUR / Sell USD
Sell EUR/USD -> Sell EUR / Buy USD

Contoh lain :

Pair EUR/USD:
Untuk prediksi EUR menguat terhadap USD, anda dapat melakukan BUY EUR/USD
Untuk prediksi USD menguat terhadap EUR, anda dapat melakukan SELL EUR/USD

Pair USD/JPY:
Untuk prediksi USD menguat terhadap JPY, anda dapat melakukan BUY USD/JPY
Untuk prediksi JPY menguat terhadap USD, anda dapat melakukan SELL USD/JPY

Mata Uang Utama
Mata uang utama yang umum dan seringkali diperdagangkan di dunia adalah :

Simbol Negara Mata Uang
USD United States Dollar
EUR Euro members Euro
GBP Great Britain Pound
JPY Japan Yen
CHF Switzerland Franc
CAD Canada Dollar
AUD Australia Dollar

Pasar Forex Dunia
Pasar Forex adalah pasar 24 jam berkesinambungan yang buka 5 hari per minggunya. Tabel di bawah kami bagi menjadi 2 yaitu berdasarkan New York Time saat Day Light Saving Time (DST) dan Eastern Standard Time (EST atau ET). Mulai tanggal 9 Maret 2008 - 2 November 2008 menggunakan DST (WIB lebih cepat 11 jam daripada NY Time DST), sedangkan mulai 2 November 2008 - 8 Maret 2009 menggunakan EST (WIB lebih cepat 12 jam daripada NY Time EST), dan seterusnya. Untuk list lengkapnya dapat anda cek di http://timeanddate.com/worldclock/timezone.html?n=179

Timezone New York (ET/EST) GMT WIB
Tokyo Open 7:00 pm 00:00 7:00
Tokyo Close 4:00 am 9:00 16:00
London Open 3:00 am 8:00 15:00
London Close 12:00 pm 17:00 00:00
New York Open 8:00 am 13:00 20:00
New York Close 5:00 pm 22:00 5:00


Timezone New York (DST) GMT WIB
Tokyo Open 7:00 pm 23:00 6:00
Tokyo Close 4:00 am 8:00 15:00
London Open 3:00 am 7:00 14:00
London Close 12:00 pm 16:00 23:00
New York Open 8:00 am 12:00 19:00
New York Close 5:00 pm 21:00 4:00

Satuan Terkecil Mata Uang (point/pip) dan Contract Size
Point (pip) adalah satuan terkecil pergerakan harga di forex. Satu point (pip) untuk pair GBP/USD adalah 0.0001 sedangkan satu point untuk pair USD/JPY adalah 0.01. Contoh: Pair GBP/USD, pergerakan 1.8500 sampai 1.8550 adalah 50 point.
Nilai per point (pip) bergantung pada jumlah contract size (lot) dan mata uang yang digunakan.

Contract Size (Lot) adalah jumlah terkecil dalam trading forex. Pada umumnya, contract size (lot) yang sering digunakan adalah Standard Lot, Mini Lot dan Micro Lot Standard Lot sama dengan $100.000, Mini Lot adalah $10.000 dan Micro Lot adalah $1000.
Seandainya broker forex anda mendukung Standard dan Mini Lot, maka artinya anda dapat trade dengan jumlah kelipatan dari 100.000 dan 10.000. Contohnya : $30.000, $120.000, dan lain-lain.

Quote/rate mata uang
Quote forex terdiri dari harga 2 harga, yaitu harga yang lebih rendah (Bid) dan harga yang lebih tinggi (Ask/Offer).
Bid adalah harga anda jual kepada broker forex (dealer) atau harga di mana broker forex (dealer) mau membeli dari anda. Sedangkan Ask / Offer merupakan harga anda beli dari broker forex (dealer) atau harga di mana broker forex (dealer) mau menjual kepada anda. Bid umumnya lebih rendah dari Ask.

Selisih harga Bid dan Ask adalah Spread. Semakin kecil spread dealer forex semakin menguntungkan trader.

Quote dari forex tampak seperti ini :

quote forex

yaitu Quote EUR/USD Bid/Ask : 1.2293/96. Berarti harga jual ke broker anda 1.2293 dan harga beli dari broker adalah 1.2296. spreadnya 1.2296-1.2293 adalah 3 point.

Contoh :
Anda open BUY (Long) EUR/USD pada harga 1.2296 (Ask), maka bila Bid sekarang menunjukkan harga 1.2293, artinya anda masih rugi sebesar -3 pips. Oleh sebab ini, setiap kali anda open posisi dapat dipastikan akan terjadi minus sebesar spread (yaitu misalnya 3 untuk EUR/USD). Untuk mendapatkan profit anda harus menunggu hingga Harga Bid pada tabel harga NAIK lebih dari 1.2296

Harap diingat :
Bila anda open posisi Buy (Long), artinya anda membuka posisi dengan harga ask, dan kemudian nantinya akan ditutup (close/liquid dan termasuk juga stop loss dan target profit) menggunakan harga bid.

Bila anda open posisi Sell (Short), artinya anda membuka posisi dengan harga bid, dan kemudian nantinya akan ditutup (close/liquid dan termasuk juga stop loss dan target profit) menggunakan harga ask.

Posisi Open dengan Close (TP */SL **) dengan
Buy (Long) Harga Ask Harga Bid
Sell (Short) Harga Bid Harga Ask

* TP = Take Profit
** SL = Stop Loss

Apakah arti posisi LONG dan SHORT ?
Posisi LONG atau open BUY adalah posisi di mana seorang trader membeli suatu mata uang pada harga tertentu dan bertujuan untuk menjualnya kemudian pada harga yang lebih tinggi.Jadi investor tersebut mendapatkan keuntungan dari market yang naik (grafik pair naik). Misalnya anda membeli di posisi 1.1500 kemudian menjual di 1.1525 maka anda akan mendapatkan keuntungan sebanyak 25 poin/pips.

LONG atau open BUY adalah mengharapkan harga pasangan mata uang (pair) NAIK agar profit. (grafik pair naik) Contoh : Long (BUY) eur/usd maka anda mengharapkan grafik eur/usd adalah NAIK atau euro menguat terhadap usd.

Naiknya harga suatu pair juga bisa anda artikan mata uang di DEPAN pair tersebut menguat terhadap mata uang di belakang pair tersebut. Contoh : Grafik harga Pair eur/usd NAIK maka artinya euro menguat terhadap usd.

Harga yang digunakan sewaktu OPEN BUY / LONG adalah harga beli (ASK) dan harga yang digunakan waktu anda menutup/liquid adalah harga jual (BID).

Bila kita open Buy (Long) menggunakan Harga Ask, maka Harga Bid pada tabel harga harus LEBIH TINGGI dari Harga Ask (harga open posisi Buy) agar mendapatkan Profit.

Untuk kemudahan Posisi LONG seringkali disingkat BUY

Posisi SHORT atau open SELL adalah posisi di mana seorang trader menjual suatu mata uang pada harga tertentu dan bertujuan untuk membeli kemudian pada harga yang lebih rendah.Jadi investor tersebut mendapatkan keuntungan dari market yang turun (grafik pair turun).

SHORT atau open SELL adalah mengharapkan harga pasangan mata uang (pair) TURUN agar profit. Contoh : Short (SELL) eur/usd maka anda mengharapkan grafik eur/usd adalah TURUN atau euro melemah terhadap usd.

Turunnya harga suatu pair juga bisa anda artikan mata uang di DEPAN pair tersebut melemah terhadap mata uang di belakang pair tersebut. Contoh : Grafik harga Pair eur/usd TURUN maka artinya euro melemah terhadap usd.

Harga yang digunakan sewaktu OPEN SELL / SHORT adalah harga jual (BID) dan harga yang digunakan waktu anda menutup/liquid adalah harga beli (ASK).

Bila kita open Sell (Long) menggunakan Harga Bid, maka Harga Ask pada tabel harga harus LEBIH RENDAH dari Harga Bid (harga open posisi Sell) agar mendapatkan Profit

Untuk kemudahan Posisi SHORT seringkali disingkat SELL

Posisi Open dengan Close dengan Bila Harga Naik Bila Harga Turun
Long Buy Sell Profit Loss
Short Sell Buy Loss Profit
High,Low,Open,Close
  1. High : Rekor Harga tertinggi dari saat pembukaan (open) sampai akhir (closing) periode tertentu. (contoh : pada chart periode / timeframe 5 menit, maka harga tertinggi yang terjadi selama 5 menit itu merupakan harga high)
  2. Low : Rekor Harga terendah dari saat pembukaan (open) sampai akhir (closing) periode tertentu. (contoh : pada chart periode / timeframe daily, maka harga terendah yang terjadi selama hari itu merupakan harga low)
  3. Open : Harga pembukaan periode tertentu. (contoh : pada chart periode / timeframe 5 menit, harga diawali dengan harga 2.0000. Maka harga open pada range 5 menit itu adalah 2.0000)
  4. Close: Harga penutupan periode tertentu. (contoh : pada chart periode / timeframe 5 menit pada contoh di atas di akhiri dengan harga 2.0050. Maka harga close pada range 5 menit adalah 2.0050)
Market Order
Market order berarti trader akan melakukan transaksi pada harga yang berlaku saat itu. Untuk Buy berarti membeli harga "ask" yang berlaku pada saat itu juga, atau untuk Sell berarti menjual pada harga "bid" yang berlaku pada saat itu juga

Misalnya anda akan membeli pair EUR/USD, pasar saat itu menunjukkan 1.2934/1.2938. Ini berarti broker anda mau membeli EUR/USD dari anda pada harga 1.2934 dan menjual ke anda seharga 1.2938.

Stop Order dan Limit Order (Pending Order)
Pending order adalah order otomatis untuk membuka posisi Long / Short hanya bila harga yang anda order / pesan tercapai. Bila harga yang anda order belum tercapai, maka pending order masih akan aktif dan akan menunggu hingga harga yang anda order tersentuh. Pending order dapat dibagi menjadi 2 yaitu Pending Order Stop dan Pending Order Limit.

Bila anda hanya ingin membeli di ATAS harga sekarang, gunakan Stop Order Buy. Dan bila anda hanya ingin menjual di BAWAH harga sekarang, gunakan Stop Order Sell.

Bila anda hanya ingin membeli di BAWAH harga sekarang, gunakan Limit Order Buy. Dan bila anda hanya ingin menjual di ATAS harga sekarang, gunakan Limit Order Sell.

Contoh : Harga ASK sekarang adalah 2.0000 dan anda hanya ingin membeli (LONG) jika harga bergerak ke 2.0050 maka anda dapat menggunakan Stop Order Buy. (Ingat open buy/Long harga yang digunakan adalah harga ASK! )

Contoh : Harga BID sekarang adalah 2.0000 dan anda hanya ingin menjual (SHORT) jika harga bergerak ke 1.9950 maka anda dapat menggunakan Stop Order Sell. (Ingat open sell/Short harga yang digunakan adalah harga BID! )

Contoh : Harga ASK sekarang adalah 2.0000 dan anda hanya ingin membeli (LONG) jika harga bergerak ke 1.9950 maka anda dapat menggunakan Limit Order Buy. (Ingat open buy/Long harga yang digunakan adalah harga ASK! )

Contoh : Harga BID sekarang adalah 2.0000 dan anda hanya ingin menjual (SHORT) jika harga bergerak ke 2.0050 maka anda dapat menggunakan Limit Order Sell. (Ingat open sell/Short harga yang digunakan adalah harga BID! )

Jenis Order Buy (Long) Sell (Short)
Market Membeli pada harga Ask saat itu Menjual pada harga Bid saat itu
Stop Pending Order Membeli di atas harga saat itu (Ask) Menjual di bawah harga saat itu (Bid)
Limit Pending Order Membeli di bawah harga saat itu (Ask) Menjual di atas harga saat itu (Bid)

Masa aktif Pending Order
  1. GTC (Good Till Cancelled)
    Good Till Cancelled berarti pending order akan tetap aktif tanpa ada batas waktu, kecuali trader melakukan cancel secara manual. GTC merupakan default dari Pending Order
  2. GTD (Good Till Date)
    Good Till Date berarti pending order akan tetap aktif hingga batas waktu yang diset
  3. OCO (Order Cancels Other)
    Order Cancels Other berarti trader mengorder 2 pending order sekaligus. Jika salah satu pending order tersentuh, maka otomatis order lainnya akan dibatalkan
Menghitung Profit/Loss (Keuntungan/Kerugian)
Pergerakan harga terkecil dihitung dalam satuan point/pip. Nilai dari setiap point ini bervariasi sesuai jenis pasangan mata uang (pair), jumlah contract size yang digunakan.

Contract size biasanya disebutkan dalam satuan lot, yaitu Standard lot (100.000), Mini lot (10.000), atau Micro lot (1000).

Ada 3 jenis Pasangan Mata Uang (Pair) :
  1. Direct Rates
    Adalah Pair dengan USD sebagai counter currency (USD terletak di belakang), contoh : GBP/USD, EUR/USD, AUD/USD, dan NZD/USD
  2. Indirect Rates
    Adalah Pair dengan USD sebagai base currency (USD terletak di depan), contoh : USD/JPY, USD/CHF, dan USD/CAD
  3. Cross Rates
    Adalah Pair yang tidak mengandung USD, contoh : GBP/JPY, EUR/JPY, AUD/JPY, EUR/GBP, dan GBP/CHF
Untuk mata uang Direct Rates misalnya (GBP/USD, EUR/USD, AUD/USD, dan NZD/USD) cara perhitungan profit/loss adalah sebagai berikut :

(Harga Jual – Harga Beli) x contract size x lot = Perhitungan profit / loss

Contoh :
  1. Buy 3 lot standard EUR/USD 1.2000
    Sell (liquid) 3 lot EUR/USD 1.2010

    Profit = (1.2010 - 1.2000) x 100.000 x 3 = $300

  2. Sell 1 lot standard GBP/USD 2.0001
    Buy (liquid) 1 lot GBP/USD 2.0000

    Profit = (1.2001 - 1.2000) x 100.000 x 1 = $10
Khusus mata uang yang berakhiran /USD, ada cara perhitungan mudah yaitu :
Dari kesimpulan di atas, maka berarti keuntungan 1 point untuk standard lot (100K) mata uang berakhiran /usd profitnya adalah $10. Sedangkan nilai 1 point untuk 1 lot mini (10K) adalah $1 dan untuk micro lot (1K) per point bernilai $0.1

Untuk mata uang Indirect Rates misalnya (USD/JPY, USD/CHF, dan USD/CAD) cara perhitungan profit/loss adalah sebagai berikut :

[ (Harga Jual – Harga Beli) / Harga Likuidasi ] x contract size x lot = Perhitungan profit / loss

Contoh :
  1. Buy 1 lot standard USD/JPY 110.00
    Sell (liquid) 1 lot USD/JPY 110.01

    Profit = [ (110.01 - 110.00) / 110.01 ] x 100.000 x 1 = $9.09

Untuk mata uang Cross Rates misalnya (GBP/JPY, EUR/JPY, AUD/JPY, EUR/GBP,dan GBP/CHF) cara perhitungan profit/loss adalah sebagai berikut :

{[(Harga Jual – Harga Beli) x Rate Base Currency Saat Ini] / Rate Pair Saat Ini} x contract size x lot = Perhitungan profit / loss

Contoh :
  1. Sell 1 lot EUR/GBP pada harga 0.6760 (EUR/USD merupakan base currency dari EUR/GBP, karena bagian depan EUR/GBP adalah Base Currency)
    Buy (Liquid) EUR/GBP pada harga 0.6750
    Rate EUR/USD : 1.1840

    Profit = {[(0.6760 – 0.6750) x 1.1840] / 0.6750} x 100.000 = $175,4

Margin dan Leverage
Istilah leverage (faktor pengungkit, biasanya dalam rasio 1:50, 1:100, 1:250, atau 1:500) dalam forex margin trading berarti jika anda ingin trading sebesar $10.000, anda tak perlu menyediakan $10.000 tapi cukup ,menyediakan margin $100 (leverage 1:100) sebagai dana jaminan kepada broker anda.

Jadi margin dapat diartikan jaminan yang ditahan sementara oleh broker sewaktu anda melakukan trade. Margin akan segera dikembalikan ke account anda setelah anda menutup/liquid posisi yang anda buka.

Misalnya anda memiliki cash $1000 di broker yang memiliki Leverage 1:100. Artinya anda dapat trading dengan jumlah hingga mendekati $100.000 (atau hampir 100X lipat modal anda). Hal ini juga berarti bahwa untuk menggunakan contract size $100.000 anda memerlukan 1% margin yaitu $1000.

Contoh lain : Anda memiliki modal $500 dan broker anda memiliki leverage 1:100, maka bila anda ingin buy menggunakan 1 lot mini (10.000) maka margin yang ditahan adalah sebesar 1% dari jumlah contract sizenya (10.000) yaitu (1% x 10.000) atau menggunakan margin $100.

Artinya modal anda yang akan ditahan sementara dan dijadikan jaminan / margin oleh broker adalah sebesar $100, sisanya $400 digunakan untuk menahan loss anda.
Dan bila suatu saat anda telah melikuidasi posisi tersebut maka margin yang $100 tadi akan dikembalikan kepada anda.

Keuntungan dari leverage adalah dengan modal lebih kecil anda dapat bertrading dengan jumlah contract size / lot yang sama dengan jika anda tak menggunakan Leverage.

Atau dapat dikatakan, dengan modal yang sama besar, Anda dapat menggunakan contract size lebih besar daripada tak menggunakan Leverage. Maka dengan modal sama, anda memiliki peluang mendapatkan profit per pip yang lebih besar.

Dengan Leverage atau Tanpa Leverage ?

Leverage Kebutuhan Margin Margin Yang Digunakan Contract Size Profit
1:1 (tanpa leverage) 100 % $1,000 $1000 $0.1/pip
1:100 1 % $10 $1000 $0.1/pip


Leverage Besar atau Kecil ?

Leverage Kebutuhan Margin Margin Yang Digunakan Contract Size Profit
1:100 1 % $1,000 $100,000 $10/pip
1:200 0.5 % $1,000 $200,000 $20/pip
1:500 0.2 % $1,000 $500,000 $50/pip


Cara Perhitungan Margin

Ada 3 jenis Pasangan Mata Uang (Pair) :
  1. Direct Rates
    Adalah Pair dengan USD sebagai counter currency (USD terletak di belakang), contoh : GBP/USD, EUR/USD, AUD/USD, dan NZD/USD
  2. Indirect Rates
    Adalah Pair dengan USD sebagai base currency (USD terletak di depan), contoh : USD/JPY, USD/CHF, dan USD/CAD
  3. Cross Rates
    Adalah Pair yang tidak mengandung USD, contoh : GBP/JPY, EUR/JPY, AUD/JPY, EUR/GBP, dan GBP/CHF
Cara Perhitungan Margin Direct Rates (GBP/USD, EUR/USD, AUD/USD, dan NZD/USD):

Persentase Margin x Contract Size x Lot x Harga Sekarang = Margin

Contoh :
  1. Sell 3 mini lot GBP/USD pada harga Bid 2.0000 (Ingat open Sell menggunakan harga bid!)
    0.01 x 10.000 x 3 x 2.0000 = $600 (Leverage 1:100)
    0.002 x 10.000 x 3 x 2.0000 = $120 (Leverage 1:500) -> Kebutuhan margin lebih sedikit daripada 1:100!
Cara Perhitungan Margin Indirect Rates (USD/JPY, USD/CHF, dan USD/CAD):

Persentase Margin x Contract Size x Lot = Margin

Contoh :
  1. Buy 2 mini lot USD/JPY pada harga Ask 110.00 (Ingat open Buy menggunakan harga ask!)
    0.01 x 10.000 x 2 = $200 (Leverage 1:100)
    0.002 x 10.000 x 2 = $40 (Leverage 1:500) -> Kebutuhan margin lebih sedikit daripada 1:100!
Cara Perhitungan Margin Cross Rates (GBP/JPY, EUR/JPY, AUD/JPY, EUR/GBP, dan GBP/CHF):

Persentase Margin x Contract Size x Lot x Harga Tengah(*) Sekarang = Margin

Harga Tengah(*) = (Harga Bid + Harga Ask ) / 2

(Jangan lupa Base Currency merupakan Currency dasar yang terletak di depan pair. Misalnya pair EUR/GBP -> EUR merupakan BASE Currency, GBP merupakan QUOTE Currency)

Contoh :
  1. Buy 1 mini lot EUR/GBP pada harga Ask 0.8020 (Ingat open Buy menggunakan harga ask!)
    Harga Bid/Ask EUR/USD 1.5800/02 (karena Base Currency adalah EUR, maka harga yang dipakai adalah harga EUR/USD)

    Harga tengah EUR/USD = (1.5800 + 1.5802) / 2 = 1.5801

    0.01 x 10.000 x 1 x 1.5801 = $158.01 (Leverage 1:100)
    0.002 x 10.000 x 1 x 1.5801 = $31.60 (Leverage 1:500) -> Kebutuhan margin lebih sedikit daripada 1:100!
Dari contoh di atas tampak bahwa dengan menggunakan Leverage yang lebih besar, margin / modal yang dibutuhkan untuk jaminan adalah lebih sedikit

Fungsi Leverage Terhadap Ketahanan Margin
Sebagai contoh deposit modal awal anda sebesar $300. Jika anda membuka 1 posisi trading mini lot (10000) membutuhkan margin : 10000 (mini lot) x 0.002 (leverage 1:500) = $20. Maka modal yang ditahan sementara sebagai jaminan (margin) untuk membuka 1 mini lot gbp/usd adalah $20. Jadi sisa margin anda untuk menahan loss adalah : $300 - $20 = $280.

Profit dari mata uang gbp/usd untuk mini lot (10000) adalah $1 per point(pip). Maka dengan contoh di atas (margin yang tersisa adalah $280) dapat dihitung kekuatan anda untuk menahan loss adalah $280 (margin yang tersisa) dibagi dengan profit per point(pip) = 1 yaitu : 280 / 1 = 280 point. Jadi kekuatan untuk menahan loss maksimal (sebelum terjadi margin call) adalah 280 point dengan asumsi mata uang yang anda gunakan adalah gbp/usd dengan profit $1/point.

Bandingkan dengan leverage 1:100 yang berarti anda harus menyediakan modal margin sebesar 10000 x 0.01, yaitu : $100 untuk membuka 1 posisi mini lot (10000) mata uang gbp/usd. Margin yang tersisa untuk menahan loss adalah 300 - 100 = 200. Profit per point gbp/usd mini lot adalah $1. Sehingga kekuatan anda untuk menahan loss adalah 200 / 1 = 200 point saja.

Kesimpulannya : Leverage berfungsi melipatgandakan nilai profit anda dengan modal awal yang relatif kecil, sekaligus meningkatkan kekuatan anda menahan loss.

Target Profit, Stop Loss, dan Trailing Stop
Target profit adalah order untuk melikuidasi suatu posisi secara otomatis pada harga tertentu ketika trader telah memperoleh sejumlah profit.
  • Bila anda Open Buy/Long maka target terletak di ATAS harga anda membuka posisi Open Buy/Long.
    (Ingat ! Open Buy/Long menggunakan harga ASK sedangkan Target maupun Stop Loss berdasarkan harga BID)

    Contoh : Buy EUR/USD 1.2000, Target Profit 1.2050 (untuk target 50 point profit)

  • Bila anda Open Sell/Short maka target terletak di BAWAH harga anda membuka posisi Open Sell/Short.
    (Ingat ! Open Sell/Short menggunakan harga BID sedangkan Target maupun Stop Loss berdasarkan harga ASK)

    Contoh : Sell EUR/USD 1.2050, Target Profit 1.2000 (untuk target 50 point profit)
Stop Loss adalah order untuk melikuidasi suatu posisi secara otomatis pada harga tertentu untuk membatasi kerugian yang mungkin terjadi jika market bergerak berlawanan dengan posisi trader.
  • Bila anda Open Buy/Long maka stop loss terletak di BAWAH harga anda membuka posisi Open Buy/Long.
    (Ingat ! Open Buy/Long menggunakan harga ASK sedangkan Target maupun Stop Loss berdasarkan harga BID)

    Contoh : Buy EUR/USD 1.2050, Stop Loss 1.2000 (untuk stop loss 50 point loss)

  • Bila anda Open Sell/Short maka stop loss terletak di ATAS harga anda membuka posisi Open Sell/Short.
    (Ingat ! Open Sell/Short menggunakan harga BID sedangkan Target maupun Stop Loss berdasarkan harga ASK)

    Contoh : Sell EUR/USD 1.2000, Stop Loss 1.2050 (untuk stop loss 50 point loss)
Stop Loss dapat juga berfungsi untuk melindungi profit yang telah anda dapatkan (lock profit). Caranya yaitu dengan mengubah posisi stop loss ke atas (untuk Buy) atau ke bawah (untuk Sell).

Contoh :
Seorang trader melakukan Open Buy pada posisi 2.0000, TP (Take Profit) pada level 2.0050, SL (Stop Loss) pada level 1.9970. Setelah beberapa saat, harga telah bergerak ke arah yang diharapkan (naik) pada posisi 2.0040. Dalam hal ini trader tersebut berada pada posisi floating profit (posisi open dan dalam keadaan profit) sebesar 40 point. Untuk melindungi profit sebanyak 20 points, trader tersebut dapat memindah stop loss pada harga open + 20 point, yaitu 2.0020. Mengapa 20 point ? Syaratnya adalah profit yang ingin anda lock, harus lebih kecil dari floating profit saat ini (20 <>Setelah menginput Take Profit dan Stop Loss, maka data tersebut akan tersimpan pada server Broker Forex. Jadi anda tak perlu khawatir dan bisa setiap saat mematikan komputer / memutus koneksi internet. Take Profit dan Stop Loss akan tetap berfungsi TANPA harus menyalakan komputer dan terhubung dengan broker forex via internet

Posisi Target Profit Stop Loss
Buy (Long) Lebih Tinggi dari Harga Open (berdasarkan harga bid) Lebih Rendah dari Harga Open (berdasarkan harga bid)
Sell (Short) Lebih Rendah dari Harga Open (berdasarkan harga ask) Lebih Tinggi dari Harga Open (berdasarkan harga ask)

Trailing Stop adalah fasilitas yang disediakan oleh broker forex yang dapat mengubah stop loss untuk mengunci profit secara otomatis dalam kelipatan jumlah tertentu. Trailing Stop merupakan pengembangan dari stop loss.

Trailing Stop umumnya hanya akan berfungsi bila posisi trader TELAH PROFIT LEBIH DARI NILAI MINIMUM TERTENTU yang telah ditentukan broker (misalnya minimum 15 point). (PENTING: Umumnya trailing stop berjalan secara lokal pada komputer anda, bukan pada server broker! Bila komputer anda mati, trailing stop juga menjadi tak aktif)

Jadi bila anda belum profit lebih dari jumlah minimum trailing stop yang anda set, berarti posisi anda masih BERBAHAYA (kecuali anda telah menggunakan stop loss). Jadi sebaiknya anda set stop loss dahulu, kemudian bila perlu dapat ditambahkan fitur trailing stop sebagai pelengkap. Dengan menggunakan fitur ini anda akan terhindar dari loss jika profit anda telah melebihi batas minimum trailing stop.

Contoh :
Buy EUR/USD 1.2050, Stop Loss 1.2000, Trailing Stop 15 point.
Bila harga BID sekarang telah berada pada 1.2070 (telah profit 20 point) maka trailing stop akan mengubah stop loss ke harga 1.2055 (20 point profit dikurangi 15 point, yaitu profit +5 point). Artinya profit anda telah dilock 5 point (pada posisi stop loss baru yang berada pada 1.2055).

Point A : Dan bila harga ternyata bergerak turun ke 1.2055 maka otomatis akan terlikudasi pada profit 5 point. Artinya anda sudah tak mungkin loss lagi karena telah dilock.

Tetapi bila harga tidak turun (sesuai point A) melainkan harga terus naik dari 1.2050 ke 1.2095 (telah profit 45 point) maka trailing stop akan mengubah stop loss ke harga 1.2080 (45 point profit dikurangi 15 point, yaitu profit +30 point). Artinya profit anda telah dilock 30 point (pada posisi stop loss baru yang berada pada 1.2080).

Margin Call
Margin call berarti likuidasi secara "paksa" yang dilakukan oleh broker karena account anda tak memiliki dana yang cukup untuk mengcover/menutupi posisi anda yang merugi.

Dasar untuk menentukan Margin Call biasanya ada 2 (bergantung peraturan setiap broker):
  1. Margin Level
    Sistem margin level digunakan pada platform MetaTrader. (Silahkan melakukan order dengan demo account agar anda lebih memahami perhitungan margin pada platform MetaTrader)

    Rumus perhitungan margin level adalah :

    Margin Level = Equity / Margin yang digunakan

    Equity = Margin + Free Margin + Profit - Loss

    Balance = Modal aktual saat ini (belum dikurangi profit & loss)

    Equity merupakan Balance anda setelah ditambah/dikurangi profit & loss

    Pada saat semua posisi clear (tak ada open), maka Balance = Equity. Karena Margin yang digunakan=0, Profit/Loss=0, sehingga Free Margin menjadi sama dengan Balance. (Lihat rumus Equity di atas!). Free Margin merupakan dana yang bisa anda withdraw bila ada posisi open (sisakan dana free margin secukupnya untuk menahan loss dan mencegah Margin Call)

    Misalnya broker menentukan Margin Call terjadi jika Margin Level 5% (contoh : FCMarket.com), maka bila "Margin yang digunakan" x 5% = Equity, margin call akan terjadi. (satu per satu posisi open akan ditutup otomatis oleh broker hingga dana trader cukup untuk mengcover loss).

    Pada platform MetaTrader, seorang trader tak perlu menghitung Margin Level secara manual, karena bila ada open posisi otomatis Margin Level akan nampak pada Tab “Trade” dalam satuan persen (%). Yang perlu trader lakukan adalah menjaga agar Margin Level tidak mendekati batas Margin Call broker. (misalnya 5%)

  2. Modal awal – Margin – Loss = 0
    Ada juga broker yang menentukan margin call bila Modal awal – Margin yang digunakan – Loss total = 0. (Hal ini juga dapat anda bayangkan bahwa broker tersebut menggunakan Margin Level 100% bila menggunakan cara perhitungan MetaTrader)

    Deposit modal awal sebesar $300. Jika seorang trader membuka 1 posisi trading GBP/USD mini lot (10000) membutuhkan margin : 10000 (mini lot) x 0.002 (leverage 1:500) x 2.0000 = $40. Maka modal yang ditahan sementara sebagai jaminan (margin) untuk membuka 1 mini lot gbp/usd adalah $40. Jadi sisa margin trader tersebut untuk menahan loss adalah : $300 - $40 = $260

    Bila floating loss (rugi) anda mencapai $260 maka tak ada margin / dana tersisa untuk menahan loss, sehingga satu per satu posisi anda akan ditutup otomatis oleh broker. Kemudian margin $40 yang dilock sementara sebagai jaminan untuk open 1 posisi GBP/USD tersebut, akan kembali masuk ke account anda setelah posisi tersebut clear / close sehingga margin anda tersisa $40 saja).
Perhitungan Interest / Swap / Rollover / Bunga Menginap
Interest / Swap / Rollover / Bunga Menginap merupakan bunga yang didapat atau harus dibayar trader jika ada posisi open melebihi 1 hari trading. Batas 1 hari trading adalah jika posisi tersebut tidak ditutup hingga waktu penutupan Pasar Forex dunia, yaitu pada saat closing Pasar New York pada pukul 17.00 (waktu New York).

Untuk mengkonversi waktu New York ke waktu local anda, silahkan masuk ke : http://www.timeanddate.com/worldclock/timezone.html?n=179

Ketika melakukan trading forex, hari aktual yang digunakan adalah 2 hari ke depan. Contoh : Trading pada hari Kamis maka hari aktualnya adalah Senin (bunga dihitung 1 hari). Trading pada hari Jumat maka hari aktualnya adalah Selasa (bunga dihitung 1 hari), dan seterusnya. Sedangkan khusus untuk hari Rabu, hari aktualnya adalah 3 hari, yaitu Jumat, Sabtu, dan Minggu. (bunga dihitung 3 hari). Meskipun hari Sabtu dan Minggu pasar forex tutup, bunga dihitung 3 hari sebagai kompensasi libur trading.

Pada perhitungan bunga : Trader akan mendapatkan bunga positif jika mata uang yang dibeli memiliki suku bunga lebih besar daripada yang dipinjam

Contoh :
Pair USD/JPY. Suku Bunga USD = 5.25% , Suku Bunga JPY = 0.5%
Buy USD/JPY artinya trader membeli USD dengan cara meminjam JPY. Karena suku bunga mata uang yang dibeli (USD) lebih besar dari yang dipinjam (JPY), maka trader akan mendapatkan bunga sebesar : 5.25% - 0.5% = 4.75% Bila trader melakukan Sell USD/JPY (berarti meminjam USD dan membeli JPY), maka akan dikenakan charge sebesar : -5.25% + 0.5% = -4.75%

Contoh 2 :
Pair EUR/USD. Suku Bunga EUR= 3.75%, Suku Bunga USD = 5.25%
Buy EUR/USD artinya trader membeli EUR dengan cara meminjam USD. Karena suku bunga mata uang yang dibeli (EUR) lebih kecil dari yang dipinjam (USD), maka trader akan dikenakan charge sebesar : 3.75% - 5.25% = -1.5% Bila trader melakukan Sell EUR/USD (berarti membeli USD dan meminjam EUR), maka akan mendapatkan bunga sebesar : -3.75% + 5.25% = 1.5%

Setiap Broker forex umumnya menyediakan list suku bunga (per hari) untuk setiap pair yang digunakan. List tersebut biasanya mencantumkan bunga yang dikenakan untuk posis Buy dan Sell. (bisa dalam $ atau dalam point). Jika dalam point maka trader harus mengconvert dulu menjadi dollar dengan cara menghitung nilai per point pair yang bersangkutan.

Teknik Hedging
Hedging adalah suatu keadaan dimana kita membuka 2 posisi berlawanan dengan mata uang dan jumlah lot yang sama. Seringkali hedging dipergunakan jika harga berbalik arah dan trader tak ingin kerugian bertambah besar tanpa cut loss (menutup posisi tersebut meskipun rugi). Pada umumnya, mereka menggunakan teknik ini tanpa stop loss. Istilah lain dari hedging adalah locking.

Contoh : Seorang trader open Buy EUR/USD 1 lot lalu harga bergerak tak sesuai harapan (turun) dan posisi masih floating loss (rugi mengambang) 20 point, trader tersebut dapat melakukan open Sell EUR/USD 1 lot pada mata uang yang sama sehingga kerugian tersebut dilock hanya 20 point. Meskipun harga bergerak ke arah manapun, floating loss tetap 20 point

Teknik Average
Averaging adalah salah satu cara untuk meminimalkan kekalahan dengan cara membuka posisi sejenis pada level yang berbeda. Tujuan dari averaging ini adalah menggunakan rata-rata dari perbedaan level harga yang diorder untuk meminimalkan loss.

Contoh : Seorang trader open Buy EUR/USD 1 lot pada harga 2.0100, tetapi harga bergerak turun ke level 2.0000 sehingga mengalami floating loss -100 point. Trader tersebut dapat melakukan averaging dengan cara membuka posisi Buy EUR/USD 1 lot pada harga 2.0000 saat itu juga. Hal ini berarti ada 2 open posisi. Posisi pertama floating loss -100 point. Posisi kedua 0 point. (asumsi tanpa memperhitungkan spread).

Bila kemudian harga bergerak naik menuju 2.0050 maka posisi pertama floating loss -50 point, posisi kedua profit 50 point. Secara total kedua posisi tersebut impas (BEP). Ketika harga bergerak naik di atas level 2.0050. Maka berarti trader tersebut telah profit. Oleh:belajarforexpro

Rabu, 21 Januari 2009

Fibonacci Numbers in Forex trading

Fibonacci Numbers refer to a numerical sequence of numbers that may link to the natural in a very interesting way. Created by 12 century mathematician Leonardo Fibonacci, Fibonacci Numbers are now widely used in all sorts of trading market.

In brief, this is Fibonacci Numbers:

0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144 ....

Note what's the relationship in this series of numbers? The answer is each number is the sum of the previous two numbers: 0+1= 1, 1+1= 2, 1+2=3, 2+3= 5 ....and so on. The series of number seems like just another numbers game but there are infinite proves that show natural phenomena tends to go according to Fibonacci Numbers (for example bee lines).

Another term that often goes along with Fibonacci Numbers is 'The Golden Ratio'.

In Fibonacci Numbers series, if we take the ratio of two successive numbers in the Fibonacci series (that is, we divide each number by the number after it in the sequence) we will move towards a particular constant value. That value is 0.6180345 which has been referred to as “the golden ratio”. If you also calculate the ratios using alternate numbers in the Fibonacci series (that is, do the same calculation but skip over a number) the resulting ratios approaches 0.38196.

In technical trading, these two figures are widely used to predict the market movement (0.382 and 0.618 retracement). Commonly known, a 0.382 retracement indicates a 'follow' or 'continuation' in trend; while for 0.618, it is normally refers to a change in trends. For more reading on Fibonacci Numbers, I recommend: The Mathematical Magic of the Fibonacci Numbers

Parabolic SAR in Forex trading

Parabolic SAR is a technical analysis method to predict entry and exit points in Forex Market. It's widely used in Forex trading market because of its accuracy during trending period. Parabolic SAR is a time/price system. It was first introduced by J.Welles Wilder in his acclaimed book "New Concepts in Technical Trading Systems" (1978). SAR stands for 'stop and reverse' and the term 'parabolic' comes from the shape of the curve (resembling a parabola) created on the technical chart. Oleh:golearnforex

Relative Strength Index (RSI) in Forex trading

The Relative Strength Index (RSI) is one of the popular Technical Indicators in oscillator charting methods. RSI is normally used to compare the currency strength and to predict currency price movements.

Mathematics calculations behind RSI charting: RSI= 100 - 100/(1+RS) where RS = sum of positive closing prices divide by sum of negative closing prices. RSI helps traders to predict price movements and to identify market turning points. Rising in RSI will normally followed by a rise in currency price; vise versa, downtrend RSI indicates that the currency price is more likely dropping. Oleh:golearnforex

Simple Moving Average (SMA)

Simple Moving Average (SMA) is one of the easiest method in Technical Analysis. SMA indicates the average price (closing.opening) of a given time period, where each of the chosen periods carries the same weight for the average.

The maths behind SMA is simple. For example you are developing SMA chart for USD/JPY closing price in 5-day time frame. The first 5 days USD/JPY closing prices are 125.0, 124.0, 126.0, 123.0, 127.0 -- thus the first dots of your SMA graph will be 125.0 (average of the first 5 days USD/JPY closing price). Assume the USD/JPY closing price is 126.0 for day sixth, your second SMA point will be (124.0 + 126.0 + 123.0 + 127.0 + 126.0)/5= 125.2. The calculation goes on for the following dots and SMA chart is defined by joining these SMA dots.

SMA graph "moves" because for each calculation, we use the 'latest number of time periods' data and drop the oldest data. Oleh:golearnforex

Trading Forex in MACD: Moving Average Convergence/Divergence

MACD uses exponential moving averages (EMA), which are lagging indicators, to include some trend-following characteristics. These lagging indicators are turned into a momentum oscillator by subtracting the longer period of EMA from the shorter period of EMA. Translating the words into mathemathcis, this is how a MACD calculation looks like:

MACD = EMA [shorter period] - EMA[longer period]

The resulting plot forms a line that oscillates above and below zero (positive when EMA[shorter] > EMA[longer] and negative whenver EMA[shorter] <>

Signal = EMA [certain period] of MACD

Generally, a 12 day EMA is often userd as the EMA[shorter period]; 26 day EMA for the EMA[longer period]; and 9 day EMA of MACD is used as the signal line. These are the standard figures used by the creator of MACD, Gerald Appel, when the technical indicator first used in 1979. Another popular calculation periods in modern days is 7, 13, 5; where EMA[7] is used for the short period, EMA[13] is used for the long period, and 5 days for EMA of MACD (the signal line).

Again, translating words to maths presentation, this is how a standard MACD calculations looks like:

  • MACD = EMA [12] - EMA[26]
  • Signal = EMA [9] of MACD

Example of MACD graph (source from Investopedia.com Trading the MACD divergence )

MACD divergence chart in Forex trading
  • Green line = MACD
  • Black line = Signal
  • Purple blocks = MACD - Signal

MACD Indications

Here's how traders take MACD as trading indicators. From the maths of MACD,

  • MACD = EMA [12] - EMA[26]
  • Signal = EMA [9] of MACD

A bullish signal (buy in signal) is triggered whenever

  • A positive MACD (12-day EMA is trading above the 26-day EMA, EMA[12] > EMA[26])
  • Moving average positive crossover (MACD is trading above the EMA[9] of MACD)
  • Center line positive crossover (MACD=0 and MACD is trading above the EMA[9] of MACD)

A bearish signal (sell off signal) is triggered whenever

  • A negative MACD (12-day EMA is trading below the 26-day EMA, EMA[12] <>
  • Moving average negative crossover (MACD is trading below the EMA[9] of MACD)
  • Center line negative crossover (MACD=0 and MACD is trading below the EMA[9] of MACD)

MACD is more than just about market momentum, it also gives the signal in the trend indication.

If MACD is positive and rising, then the gap between the 12-day EMA and the 26-day EMA will be widening. This indicates that the rate-of-change of the faster moving average is higher than the rate-of-change for the slower moving average. Positive momentum is increasing and this would be considered bullish. If MACD is negative and declining further, then the negative gap between the faster moving average and the slower moving average will be expanding. Downward momentum is accelerating and this would be considered bearish.

Often in reality, the Forex exchange price may drop to new selloff low but the MACD does not hit the new low, this maybe the sign of end of bearish. Or vise versa, the Forex exchange price may hit new high but the MACD might not be hitting on the new high point, this often indicates the change of trend from bullish to bearish.

Usage of MACD divergence in Forex trading

The major usage (or benefit) of trading with MACD divergence is that the MACD chart has the ability to overshadow on trend change, which in turn trigger the sell off or buy in signal. Simply said, negative divergence indicates a change of bullish trend to bearish, while a positive divergence indicates a change of bearish trend to bullish. As MACD trading is taking a relative simple approach on the market, MACD is often used along with other technical analysis (stochastic oscillator for example). Oleh:golearnforex

Technical Indicators in Forex trading

A technical indicator is a series of data points that are derived by applying a formula to the price data of a security.

Price data includes any combination of the open, high, low or close over a period of time. Technical indicators offer a different perspective from which to analyze the price action. Data generated thru technical analysis are widely used to alert, to confirm and to predict the market movements.

Click into the link in order to view details of each technical indicators.

Index of Technical Indicators

A

  • Accumulation/distribution index
  • Average True Range

B

  • Bollinger bands
  • Bottom (technical analysis)
  • Breakout

C

  • Candle line
  • Candlestick chart

D

  • Detrended price oscillator

E

  • Elliott wave principle

F

  • Force Index
  • Fibonacci Number

G

  • Gann angles

H

  • Hikkake Pattern

K

  • Keltner channel

M


  • MACD
  • Momentum
  • Moving average

N

  • Negative volume index
  • Noise chart

O

  • On-balance Volume

P

  • PAC charts
  • Parabolic SAR
  • Pivot point calculations
  • Point and figure chart
  • Price and Volume Trend

R

  • Rate of change
  • Relative strength index
  • Resistance

S

  • Stochastic oscillator
  • Simple MA

T

  • Trend following

U

  • Ultimate Oscillator

V

  • Volatility
  • Volatility clustering

W

  • Williams %R
Short note: Listed above are some of the common used technical analysis indicators for Forex trading (as well as stocks). Oleh:golearnforex

Managing risks in Forex trading: The technical analysis

Technical Analysis is an effort to forecast price movements by analyzing market data such as historical price trends, volumes, open interest, etc. Technical analysis is conducted based on the principal of 'history repeats itself', it does not result in absolute predictions about the future.

Instead, indicators generated by technical analysis will help investors anticipate what is "likely" to happen to prices over time.

Ever heard of Japanese candle stick? Fibonacci numbers? Relative Strength Index? Moving averages? Pivot points? Elliot Wave? These are some of the charting method that FX traders like to use during trades.

Technical Indicators in Forex

Unlike fundamentals, technical trading relies heavily on graphs and charts. Practically, a technical trader will need at least one charting software to read and plot the related charts for his own references.

As in our case, we will include some common technical indicators in Forex trading as well as its brief explanations. Charts and graph examples will be provided from time to time for the usage of learning.

  • Simple Moving Average (SMA)
  • Relative Strength Index (RSI)
  • Moving Average Convergence/Divergence (MACD)
  • Parabolic SAR
  • Fibonacci Number

List of major technical indicators in trading.

Limitations on Technical Tradings

Technical analysis looks secure with proven tracks in the past times, however, trading Forex purely based on Technical Indicators would be extremely unsafe as we all knew thatt 'future does not equal to the past'.

A lot of unexpected variables are not considered in Technical Analysis: change of country leaders, change of government, natural disasters, change of bank policies, investor’s mood, war, or even terrorism attacks migh affect the currency value dramatically. These incidents are most likely not happening in the past thus Technical Analysis is not effective enough to predict the price movement.

Trading Forex Purely Based on Technical Analysis

A combined of two approaches (Fundamental and Technical) is always encourage to get the optimum plots on your investment plan. Oleh:golearnforex

Managing risks in Forex trading: The fundamental analysis

Fundamental analysis, in short, is referring to the dynamic studies of distinct plans, erratic behaviors and unforeseen events that influence the economic of certain entity.

The focus of fundamental analysis mainly lies on the political, social, and economic force that drives the supply/demand trends the currency. Government policies, bank policies, natural disasters, social stability, overall economic trends are some of the major factors that draw a fundamentalist’s attention.

Fundamental analysis comes very handy in making mid-long term invesment decisions. However as the analysis method is mainly focus on the major thing, it will not be a good tool for Forex day traders.

It is easy to understand that fundamental skills are useful in forecatsing currency overall trends but in term of detailing job, technical analysis seems to be more appropriate.

Economy Indicators

Fundamental analysis involve a lot of analysis on the macroeconomic situation.

Thus, economy indicators of the country such as GDP growth rates, unemployment rates, retail sales, and interest rate are used heavily in when valuating a country's currency. Some of the frequent used economy indicators in Forex trading are as below (Click in each for detail explanations):

  • The Gross Domestic Product (GDP)
  • Retail Sales
  • Interest Rates
  • Unemployment Rate

Besides those listed above, other fundamental factors used to analysis the currency strength include Industrial Production Reports, Consumer Price Index (CPI), Manufacturing PMI-ISM, and Manufacturing Production. We will cover each of these indicators from time to time.

How are indicators used in Forex fundamentals trading?

A country's economic situation refelects directly onto the currecny trading world. Hence, it is important for a Forex traders to keep an close eye on the financial clalender release by it country itself or private sectors. It is important to keep in mind, however, that the indicators discussed above are not the only things that affect a currency's price. There are third-party reports, technical factors, and many other things that also can drastically affect a currency's valuation.

Also, it is recommended to study the fundamental aspects of several country whenever trading in the forex market. For those countries that have strong political/economical connection, currencies value flux hand-in-hand. Thus researching a few countru in a trade is necessary.

Some useful tips when implementing fundamentals analysis in Forex trading are:*

  • Economic calendar: When and where. Currency values response sharply to certain release of economy indicators. Keep an close eyes on the currency price trend whenver there is a release on related economy indicators.
  • Be informed about the economic indicators that are capturing most of the market's attention at any given time. Such indicators are catalysts for the largest price and volume movements. For example, when the U.S. dollar is weak, inflation is often one of the most watched indicators.
  • Know the market expectations for the data, and then pay attention to whether or not the expectations are met. That is far more important than the data itself. Occasionally, there is a drastic difference between the expectations and actual results and, if there is, be aware of the possible justifications for this difference.

*References from http://www.investopedia.com/articles/trading/04/031704.asp

Major Currencies Traded in Forex Market

The most traded currency in Forex market (the major seven) are United States dollar, Eurozone Euro , Japanese Yen , British Pound Sterling, Swiss Franc, Australian dollar , and Canadian Dollars.

Forex market is much USD-centered, where United States currency is involved in more than 80% of the trades. Major traded pairs in FX market are EUR/USD, which yields 28% from total trades. USD/JPY and GBP/USD come second and third, with take up 17% and 14% from the global forex trading respectively.

United States Dollar (USD)

The U.S. dollar uses the decimal system, consisting of 100 (equal) cents (symbol ¢).

In another division, there are 1,000 mills or ten dimes to a dollar; additionally, the term eagle was used in the Coinage Act of 1792 for the denomination of ten dollars, and subsequently was used in naming gold coins. In the second half of the 19th century there were occasional discussions of creating a $50 gold coin, which was referred to as a "Half Union," thus implying a denomination of 1 Union = $100.

However, only cents are in everyday use as divisions of the dollar; "dime" is used solely as the name of the coin with the value of 10¢, while "eagle" and "mill" are largely unknown to the general public, though mills are sometimes used in matters of tax levies and gasoline prices.

When currently issued in circulating form, denominations equal to or less than a dollar are emitted as U.S. coins while denominations equal to or greater than a dollar are emitted as Federal Reserve notes (with the exception of gold, silver and platinum coins valued up to $100 as legal tender, but worth far more as bullion). (Both one-dollar coins and notes are produced today, although the note form is significantly more common.)

In the past, paper money was occasionally issued in denominations less than a dollar (fractional currency) and gold coins were issued for circulation up to the value of 20 dollars.

Pound Sterling (GBP)

The pound (symbol: £; ISO code: GBP), divided into 100 pence, is the official currency of the United Kingdom and the Crown dependencies.

The slang term "quid" is commonly used in place of "pound(s)". The official full name pound sterling (plural: pounds sterling) is used mainly in formal contexts and also when it is necessary to distinguish the currency used within the United Kingdom from others that have the same name.

The currency name — but not the names of its units — is sometimes abbreviated to just "sterling", particularly in the wholesale financial markets; so "payment accepted in sterling", but never "that costs five sterling". The abbreviations "ster." or "stg." are sometimes used. The term British pound is commonly used in less formal contexts, although it is not an official name of the currency.

The pound was originally the value of one pound Tower weight of sterling silver (hence "pound sterling"). The currency sign is the pound sign, originally ₤ with two cross-bars, then later more commonly £ with a single cross-bar. The pound sign derives from the black-letter "L", from the abbreviation LSD – librae, solidi, denarii – used for the pounds, shillings and pence of the original duodecimal currency system. Libra was the basic Roman unit of weight, which in turn derived from the Latin word for scales or balance.

The ISO 4217 currency code is GBP (Great Britain pound). Occasionally the abbreviation UKP is seen, but this is incorrect. The Crown dependencies use their own (non-ISO) codes. Stocks are often traded in pence, so traders may refer to Pence sterling, GBX (sometimes GBp), when listing stock prices.

Euro (EUR)

The euro (currency sign: €; banking code: EUR) is the official currency of the Eurozone (also known as the Euro Area), which consists of the European states of Austria, Belgium, Finland, France, Germany, Greece, Ireland, Italy, Luxembourg, the Netherlands, Portugal, Slovenia, and Spain, and will extend to include Cyprus and Malta from 1 January 2008.

It is the single currency for more than 317 million Europeans. Including areas using currencies pegged to the euro, the euro directly affects more than 480 million people worldwide.

With more than €610 billion in circulation as of December 2006 (equivalent to US$802 billion at the exchange rates at the time), the euro surpasses the U.S. dollar in terms of combined value of cash in circulation.

While all European Union (EU) member states are eligible to join if they comply with certain monetary requirements, not all EU members have chosen to adopt the currency. All nations that have joined the EU since the 1993 implementation of the Maastricht Treaty have pledged to adopt the euro in due course. Maastricht obliged current members to join the euro; however, the United Kingdom and Denmark negotiated exemptions from that requirement for themselves. Sweden turned down the euro in a 2003 referendum, and has circumvented the requirement to join the euro area by not meeting the membership criteria.

Several small European states (The Vatican, Monaco, and San Marino), although not EU members, have adopted the euro due to currency unions with member states. Andorra, Montenegro, and Kosovo have adopted the euro unilaterally.

Japanese Yen (JPY)

The yen or en is the currency of Japan. It is also widely used as a reserve currency after the United States dollar, the euro and the pound sterling. The ISO 4217 codes for the yen are JPY and 392. The Latinised symbol is ¥ while in Japanese it is also written with the kanji 円.

While not a usage specific to currency, large quantities of yen are often counted in multiples of 10,000 in the same way as values in the United States are often quoted or rounded off to hundreds or thousands.

The yen was introduced by the Meiji government in 1870 as a system resembling those in Europe. The yen replaced the complex monetary system of the Edo period, based The New Currency Act of 1871 stipulated the adoption of the decimal accounting system of yen, sen, and rin, with the coins being round and cast as in the West.

The yen was legally defined as 0.78 troy ounces (24.26 g) of pure silver, or 1.5 grams of pure gold. The same amount of silver is worth about 1181 modern yen while the same amount of gold is worth about 3572 yen. The Act also moved Japan onto the gold standard. (The sen and the rin were eventually taken out of circulation at the end of 1953.)

Knowing the Currency Symbol

When starting in Forex trading, it would be wise to start trading with the major seven. It is also recommended to start with your own country currency if you are living in one of the major seven country as you are in a better position to judge the value of the currency.

You should be aware that currencies are normally stated in a three-alphabate symbol in FX market.

For the major seven, currency symbol are as below:

Currency

Symbol

Nickname

Australian Dollar AUD Aussie
Canadian Dollar CAD Loonie
Euro EUR Fiber
Japanese Yen JPY Yen
British Pound GBP Cable
Swiss Franc CHF Swissy
United States Dollars USD Buck

Forex currency symbols are always three letters, where the first two letters identify the name of the country and the third letter identifies the name of that country’s currency.

These symbols and names are set according to ISO4217 standard. For more information on world currency symbols and numeric codes, visit official website of ISO-4217 Standard. Oleh:golearnforex