Jumat, 13 Februari 2009

Panduan Dasar Day Trading

“Trading” mungkin memiliki usia setara dengan keberadaan manusia di muka bumi. Di mulai dari manusia prasejarah yang mengumpulkan barang-barang kecil namun memiliki kegunaan dan mulai bertukar satu sama lain dengan tujuan bertahan hidup. Seiring perjalanan waktu, konsep “trading” semakin maju dan berkembang. Trading pun bukan lagi konsep bisnis riil namun telah merambah dunia keuangan. Bahkan di financial world inilah “trading” memiliki definisi dan konsep tersendiri dibandingkan dengan konsep trading pada umumnya.

Artikel ini akan sedikit menjelaskan jenis dan tujuan dari day trading, istilah kunci dan hal-hal lain yang berhubungan .

Jenis day trading – tergantung dari periode waktu posisi yang diambil:

  • Basic Day Trading – Day trader mengambil posisi tertentu dan akan melikuidasi seluruh posisinya diakhir sesi perdagangan di hari yang sama. Transaksi ini bertujuan untuk mendapatkan keuntungan jangka pendek dan meminimalkan resiko dari fluktuasi harga yang akan muncul di sesi perdagangan berikutnya.
  • Swing Day Trading – Day trader membuat posisi untuk periode yang lebih lama seperti beberapa jam atau hari untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Namun swing trading akan terkena resiko yang besar dari ketidakstabilan hariga yang terjadi di pasar.
  • Position Trading – seperti namanya, trader membuat posisi dan merencakan posisi likuidasi berdasarkan perhitungan atau nilai pasar. Hal ini dapat mengakibatkan menyimpan/membiarkan posisi untuk beberapa minggu bahkan bulan, namun tingkat keuntungan yang sangat baik adalah syarat yang harus dipenuhi.
  • Online Trading – tipe ini juga dapat masuk ke dalam 3 tipe lainnya yang telah disebutkan diatas, namu pengambilan posisi dilakukan melalui internet. Karena jenis trading ini dilakukan dengan komputer, sebuah komputer dengan klsifikasi yang baik dan koneksi internet 24 adalah sesuatau yang harus dipenuhi.

Alasan utama kenapa day trading menjadi sangat menarik:

Likuiditas – likuiditas berhubungan dengan jumlah pembeli dan penjual. Semakin besar tingkat likuiditas, akan semakin tinggi level kenyaman dalam day trading. Tetapi nilai likuiditas tidak pernah stagnan. Hal ini tergantung dari banyak hal termasuk volume transaksi, jumlah saham beredar, dan kapitalisasi pasar.

  • Volume – memliki kontribusi terhadap faktor likuiditas. Semakin besar volume yang terjadi, berarti semakin cepat fluktuasi harga akan terjadi. Volume transaksi dapat di evaluasi untuk kepentingan day trading.
  • Volatilitas – berarti pergerakan naik dan turun dari sebuah pasar setiap hari. Jika volatilitas berkurang atau menyusut, hal ini akan berdampak tidak baik bagi day trading. Jumlah volatilitas tertentu dibutuhkan untuk membuat day trading menjadi menarik.
  • Transparansi Harga - akan menjadi tolok ukur kestabilan dan integritas dari sebuah pasar. Semakin besar kapitalisasi pasar dan semakin banyak pelaku pasar yang berkecimpung disebuah pasar, berarti semakin besar level transparansi harga.
  • Tips umum untuk sukses melakukan day trading:

    • Pelajari pasar secara seksama sebelum mebuat posisi. Indikator pasar yang bisa didapatkan dari media massa seperti televisi, koran, radio, dan lain-lain dapat membantu dalam pembuatan analisa.
    • Jangan hanya termotivasi dengan keuntungan yang akan didapat. Setiap transaksi mungkin tidak akan mendapatkan keuntungan. Terapkan sebuah strategi dan disiplin dalam menggunakannya.
    • Bersabarlah dan jangan cepat panik. Jika anda tidak dapat mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat, anda mungkin butuh bersabar dan melakukan riset pasar lanjutan kembali. Jangan cepat panik ketika posisi anda berlawanan arah dengan pergerakan pasar, ikuti strategi trading.
    • Jangan pernah lupa bahwa day trading memiliki resiko dan dimana ada keuntungan terdapat pula potensi kerugian. Oleh:mahadanalearning

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar